Alunan Kehidupan di Kampung Kalengan 1

Rabu, 9 Nov '11 20:05

Berawal dari berjualan mainan alat masak untuk anak-anak di arena dugderan, usaha yang dirintis sekitar 1960-an oleh lelaki bernama Kasmani itulah di sepanjang Jalan Barito Raya itu kini menjadi usaha pembuatan beragam alat masak, seperti dandang, oven, cerobong berbahan dasar plat aluminium, stainless steel dan galfalo.

SUARA tang-teng... tang-teng... terdengar seperti drumband di sepanjang Jalan Barito Raya, Kelurahan Bugangan, Kecamatan Semarang Timur. Pukulan tak berirama itu bukanlah dari anak-anak yang sedang bermain drumband untuk persiapan pentas di sekolahnya. Palu yang dipukul berkali-kali mengenai plat itu dilakukan oleh belasan laki-laki di kios yang ada di sepanjang tanggul Sungai Banjirkanal Timur.

Ahmad Afandi (29), pemilik kios Rante Mas yang juga cucu dari almarhum Kasmani menuturkan, usaha yang kini dikembangkan oleh dirinya dan enam saudaranya itu kini menjadi besar dan dikenal tak hanya warga Kota Semarang.

''Dandang dan produk lainnya seperti panci, oven, cetakan roti, kotak surat hingga ventilator udara, sudah kami jual hingga Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, Salatiga, Demak dan Purwodadi,'' tutur Afandi yang memutuskan berhenti dari kuliah di Jurusan Manajemen STIKUBANK dan memilih meneruskan usaha ayahnya, Kasmiran (58) dan almarhum kakeknya, saat ditemui.

Warga Kampung Bugangan RT 6 RW 1 yang sedang menanti kelahiran buah hatinya itu menceritakan, awal usaha yang dirintis kakeknya itu, setelah berjualan mainan alat masak anak-anak setiap Dugderan selalu diminati warga. Tawaran untuk membuat alat masak yang sesungguhnya, datang beberapa waktu setelah rutinitas berjualan di arena Dugderan selesai.

''Karena kekurangan tenaga setelah pesanan dari warga Kota Semarang, akhirnya kakek mengajak saudaranya untuk membantu, termasuk bapak saya. Dan saat ini, karena bapak sudah tua, gantian sayayang melanjutkan usaha yang sudah berumur 40 tahun lebih ini,'' jelasnya.

Dalam sehari, dibantu empat saudaranya, pihaknya mampu memproduksi sekitar 9 dandang besar, atau 12 buah untuk ukuran yang lebih kecil. Proses pembuatan dimulai dari sebuah lembaran aluminium. Semua dilakukan dengan proses manual, hanya dengan menggunakan tangan.

Alat bantu yang digunakan juga sederhana, seperti gunting besi dan alat pembengkok besi. Untuk menciptakan sebuah bentuk dari lempeng alumunium, para pegawai memukul-mukul lempengan dengan alat tukang sederhana. Untuk menyatukan lempengan menjadi bentuk utuh dilakukan dengan dipukul-pukul sampai pipih, tanpa las atau lem khusus.

Untuk dandang dengan ukuran tinggi 60 sentimeter, Afandi mematok harga Rp 200 ribu. Sedangkan ukuran besar dipatok harga Rp 750 ribu. Untuk oven ukuran kecil dipatok Rp 750 ribu, ukuran sedang Rp 1.350.000, dan ukuran besar Rp 4 juta.

''Kami juga terima reparasi peralatan aluminium yang rusak. Untuk ongkos servis, tergantung ketebalan. Kalau tipis, mulai Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu. Kalau tebal, Rp 50 ribu hingga Rp 75 ribu,'' kata Afandi yang mengaku omset perharinya berkisar antara Rp 200 ribu hingga Rp 600 ribu.

Selain berhasil menghidupi saudaranya, usaha itu juga membuat Sutoho (45) dapat menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi, sejak menjadi karyawan di tempat itu 20 tahun lalu.

''Anak saya yang paling besar sekarang sudah PGSD, saya bekerja di sini terus sampai menjadi kepercayaan Bapak," ujar lelaki yang hanya lulusan SD itu. Menurut Afandi, selama enam tahun meneruskan usaha kakeknya itu agar berjalan lancar, ia menerapkan prinsip kedisiplinan, kejujuran dan tanggungjawab baik kepada dirinya, maupun kepada karyawannya.

''Tempat ini sering disebut sebagai Kampung Kalengan, karena tidak hanya enak kios milik saudara saya yang membuka usaha pembuatan dandang dan alat masak lainnya.

Beberapa warga juga membuka usaha pembuatan tong sampah, dan aneka produk berbahan kaleng lainnya. Sehingga, suara pukulan ini tidak hanya berasal dari pembuatan dandang, tapi juga yang lain,'' papar Afandi.


Tag: Semarang, kaleng, bugangan

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

maknyos 0 0
langganan mbetulin oven sama loyang disini hehehe : D

Silahkan login untuk memberikan pendapat