Duh, Kereta Pandanwangi di Likuidasi 1
Rabu, 19 Okt '11 09:50
Mulai 1 November 2011, PT Kereta Api (KA) akan menghentikan operasi tiga kereta, yakni KA Pandanwangi jurusan Semarang-Solo, KA Harina Semarang-Bandung dan KA Rajawali Semarang-Surabaya. Likuidasi ketiga kereta ini disebabkan karena rendahnya okupansi, sehingga membuat PT KA selalu merugi.
Humas PT KA Daerah Operasi (Daop) IV Semarang, Sapto Hartoyo mengatakan, keputusan penghentian operasi tiga kereta tersebut sudah melalui kajian direksi PT Kereta Api. Tiga kereta tersebut dinilai tidak dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan karena pendapatan yang diperoleh tidak dapat menutupi biaya operasional.
"Untuk KA Harina, yang dilikuidasi adalah Harina pagi berangkat pukul 07.30. Sedang KA Rajawali yang dilikuidasi adalah Rajawali siang pukul 14.30," ujarnya, Senin (17/10).
Selama ini KA Pandanwangi menjadi satu-satunya kereta jurusan Semarang-Solo setelah KA Banyubiru dihentikan operasionalnya sejak 1 Mei 2011. Kereta yang dulunya bernama Kuda Putih kemudian sempat berganti menjadi Pandanaran ini, memiliki empat jadwal keberangkatan, yakni pukul 05.00 dan pukul 13.00 dari Stasiun Balapan Solo, pukul 09.00 dan pukul 17.00 dari Stasiun Poncol.
Menurut Sapto, okupansi KA Pandanwangi sebenarnya cukup bagus. Bila berangkat dari Stasiun Poncol Semarang, Kereta Rel Diesel (KRD) yang terdiri atas empat gerbong ini mampu terisi hingga 65 persen dari total kapasitas angkut 224 orang. Apalagi bila akhir pekan, kereta ini bisa penuh terisi penumpang.
"Usulan penghentian operasi KA Pandanwangi bisa jadi dari Daop VI Yogyakarta yang juga membawahi operasional kereta ini. Bila berangkat dari Stasiun Balapan Solo, okupansi kereta ini rata-rata hanya sekitar 35 persen," katanya.
Rendahnya minat masyarakat menaiki KA Pandanwangi, lanjutnya, bisa jadi karena mereka lebih senang naik bus daripada kereta api. Sebab bila naik bus masyarakat bisa berhenti dimana saja mereka mau, termasuk di dalam kota.
Berbeda dengan kereta api yang berhenti di stasiun, dimana lokasinya tidak di tengah kota. Harga tiket KA Pandanwangi saat ini naik Rp 20.000 (sebelumnya Rp 13.000), sama dengan harga karcis bus patas Semarang-Solo, yakni Rp 20.000.
"Sejak KA Pandanwangi tidak lagi menerima Public Service Obligation (PSO) dari pemerintah dua tahun lalu, kereta ini yang semula kelas ekonomi menjadi kelas bisnis. Karena itu kami berhak menutup bila terus merugi," paparnya.
Sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/10/17/99411/Merugi-PT-KA-Likuidasi-Tiga-Kereta
Tag: kereta pandanwangi
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
den Koplak: Lheb Godhek

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat