(Khusus) : Upacara Peringatan 66 Tahun Pertempuran Lima Hari Semarang 0
Jumat, 14 Okt '11 23:27
Selama 2 hari, dari tanggal 13 hingga 14 Oktober 2011 kawasan Tugu Muda mulai pukul 17.00-20.00 ditutup untuk lalu lintas kendaraan. Mulai perempatan Jl. Pandanaran, perempatan Jl. Imam Bonjol, Jl. Pemuda dan Jl. Sugiyopranoto, serta kawasan Katedral. Jadi otomatis kawasan Wisma Perdamaian, Gedung Pandanaran, Lawang Sewu, hingga Museum Perjuangan semuanya steril pada jam tersebut. Pada tanggal 13 Oktober hanya digunakan untuk gladi resik upacara peringatan 66 tahun pertempuran 5 hari di kota Semarang.
Sementara tanggal 14 Oktober 2011 (hari ini), sejak pukul 17.30 semua akses menuju Tugu Muda telah ditutup dan dibersihkan untuk dijadikan tempat pelaksanaan upacara peringatan tragedi yang merenggut 2000 jiwa anak bangsa ini. Upacara diikuti oleh berbagai instansi pemerintahan, termasuk kepolisian, TNI hingga perwakilan dari sekolah-sekolah serta universitas yang ada di kota Semarang. Disamping itu acara ini juga dihadiri oleh para veteran perang yang turut menjadi saksi tragedi 5 hari yang meluluh lantakkan kota Semarang ini, juga tim dari bagian pemasaran dinas pariwisata serta PangdamIV Diponegoro dan Bapak Walikota Semarang.
Upacara yang sedianya dilaksanakan pukul 18.00 ini baru benar-benar dilaksanakan pada pukul 18.30, ketika semua undangan sudah hadir. Para warga yang berjajarpun ditertibkan agar tidak meluber ke jalanan. Kawasan terutama didepan Gedung Pandanaran juga dibersihkan karena dijadikan tempat meledakkan ‘bom' selain belakang museum perjuangan yang merupakan bagian dari detik-detik terjadinya pertempuran 5 hari tersebut. Ada sedikit pemandangan yang mencolok disini, karena ada salah seorang veteran perang Belanda yang jadi pusat perhatian serta ada yang minta potret bersama dengan beliau. Suasana semakin ramai hingga akhirnya upacara peringatan pertempuran 5 hari di Semarang mulai, terlebih setelah kehadiran Komandan Pangdam IV Diponegoro serta Bapak Walikota Semarang.
Semua barisan telah tertib mulai yang berada di dalam tenda depan Museum Perjuangan, hingga barisan peserta upacara di seluruh kawasan sekitar Tugu Muda. Dimulai dengan persiapan, hingga pembacaan kronologis kejadian pertempuran 5 hari Semarang yang dibacakan oleh rektor Untag Semarang yang dimulai pada tanggal 14 Oktober 1945 pukul 18.00 WIB dimana 8 polisi istimewa diserang sisa tentara Jepang di kawasan Tandon Air Wungkal, dan 3 jam kemudian ketika mendengar isu air tandon Wungkal diracun Jepang, Dr. Karyadi datang ke kawasan itu namun ditangkap, dibawa Jepang ke markasnya di Jatingaleh dan disiksa sampai mati, akibatnya 2 jam kemudian terjadilah pertempuran sengit yang menjalar hingga kawasan Lawang Sewu dan Tugu Muda saat ini. Banyak pemuda dan polisi istimewa yang disiksa dan dibunuh Jepang saat itu. Namun perlawanan dahsyat pejuang juga tak dapat dipandang remeh. Tanggal 17 Oktober 1945, dengan liciknya Jepang membersihkan kampung-kampung sekitar Tugu Muda, membantai para lelakinya dan membumi hanguskan kampung batik hingga rata dengan tanah, dan dengan perjanjian damai antara pemerintah RI dan Jepang keesokan harinya, barulah pertempuran 5 hari itu berhenti.
Dr.Karyadi ini yang namanya kemudian diabadikan menjadi nama Rumah Sakit Umum terbesar di Semarang dan Jawa Tengah saat ini.
Suasana khidmat makin terasa manakala mengheningkan cipta dimulai. Suara pengiring menambah syahdu suasana terlebih semua terdiam, dan setelah amanat pembina upacara, maka detik-detik pertempuran 5 hari ini dimulai. Diawali dengan suara sirene yang menunjukkan waktu awal mula terjadinya pertempuran, serta beberapa kali suara ledakan dari belakang museum dan gedung Pandanaran, puluhan pelajar dan mahasiswa yang berlakon dalam sosio drama ini mendramakan tentang isu diracunnya tandon air wungkal dan melaporkannya pada Dr. Karyadi. Cerita juga mengalir dengan adegan kekerasan tentara Jepang terhadap rakyat yang digambarkan dengan cukup baik, kendati dalam cerita sebenarnya pertempuran baru pecah ketika jasad Dr. Karyadi ditemukan. Namun sayang sosio drama ini hanya berlangsung selama kira-kira 10-15 menit, padahal ditahun-tahun sebelumnya berlangsung sekitar satu jam.
Dalam amanat pembina upacara, Pangdam IV Diponegoro yang sekaligus mewakili Gubernur Jawa Tengah menekankan tentang makna dari memperingati pertempuran 5 hari di Kota Semarang ini, serta bagaimana mengisi kemerdekaan dengan berbagai cara termasuk dengan memperbaiki segala infrastruktur dan mentalitas warga kota demi mencapai cita-cita Semarang setara dengan kota-kota metropolitan lainnya di Indonesia. Proyek seperti revitalisasi Simpang Lima, bendungan Jatibarang, pelabuhan Semarang, banjir kanal barat-timur hingga tol Semarang-Solo diharapkan bila selesai nanti akan menambah daya tarik kota Semarang sehingga bukan menjadi kota perlintasan atau transit belaka, namun jadi tujuan wisata bagi siapa saja.
Suasana upacara peringatan ini secara umum cukup tertib meski pada saat sosio drama ditampilkan, banyak warga terutama yang ada disayap kanan museum perjuangan sempat merangsek maju kedepan sehingga polisi dan tentara harus menertibkan agar kembali rapi sejajar dengan tenda undangan. Sayangnya upacara ini berlangsung kurang semarak meski khidmat, bila dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Pukul 19.45 adalah tanda berakhirnya prosesi upacara peringatan ke-66 Pertempuran 5 Hari Semarang ini. Setelah pasukan upacara dibubarkan, maka semua undangan menuju museum perjuangan untuk beramah tamah, yang diawali dengan pemotongan tumpeng oleh Pangdam IV Diponegoro dan diberikan kepada perwakilan Veteran perang, dan berakhir sudah seluruh prosesi dengan acara ramah tamah.
Seharusnya upacara ini juga sebagai pengingat bagi kita semua akan pentingnya perjuangan itu. Kita tinggal melaksanakan serta mengisinya, namun yang dilakukan seringkali menggerogoti bahkan melecehkan kemerdekaan itu sendiri serta para pendahulu yang memperjuangkannya dengan darah dan air mata. Peringatan 66 tahun Pertempuran Lima Hari ini hanyalah sebagai titik awal untuk menuju lebih baik.
Bambang Priantono
14 Oktober 2011
Tag: Semarang, tulisan, laporan
Terkait:
-
Semarang Night Carnival 2011..Malam-Malam Karnavalan
Minggu, 1 Mei '11 10:24 -
Semarang Night Carnival 2012
Minggu, 29 Apr '12 05:39 -
Pemecahan Rekor Lumpia Terpanjang 2012
Senin, 23 Apr '12 13:31
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
maknyos: Jos Gandhos
-
den Koplak: Sip Tenan

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat