Antara Sedot WC, Sedot Lemak dan Sedot Pulsa 0

Jumat, 7 Okt '11 08:06

Sedot WC sangat dibutuhkan manakala kita dalam kesulitan, khususnya dalam masalah perjambanan. Jamban yang mampet karena septic tank yang penuh sesak dengan berbagai penyebab sehingga digelontor air sebanyak apapun masalah itu tak jua teratasi. Nah, bantuan darurat diperlukan. Hubungi agen sedot WC, maka masalah anda teratasi. Soal nanti dibuang dimana hasil sedotan itu? Ya urusan mereka dong.

Bagaimana dengan sedot lemak? Sejatinya sama saja, yakni menyedot. Tapi yang disedot adalah lemak-lemak yang bercokol dalam tubuh. Dan biasanya hanya orang-orang berduit yang bisa melakukan hal itu. Operasi sedot lemak banyak yang harus disiapkan dari dana, fisik hingga mental, karena bagaimanapun operasi semacam ini mempunyai resiko yang tidak kecil, dan menjadi jalan pintas bagi yang ingin cepat langsing tanpa olahraga ataupun bersusahpayah diet. Banyak sebenarnya para pesohor yang melakukan operasi ini semisal Titi DJ dan Ivan Gunawan.

Lantas apa pasal dengan sedot pulsa? Sama dengan dua hal diatas, hanya saja yang disedot adalah pulsa orang lain. Terlebih saat ini sedang panas-panasnya menjadi bahan perbincangan baik di alam nyata maupun alam maya. Apakah anda pernah menerima sms-sms dari nomor tak dikenal? Yang menyuruh anda untuk mengklik laman tertentu atau klik untuk terima hadiah? Jika ya, maka anda perlu dan harus waspada, karena bisa jadi itu metode untuk menghisap pulsa anda sehingga anda selalu boros pulsa setiap saat. Bahkan kala unreg pun tidak ada menunya. Nah, makin berbahaya pula tuh, hingga akhirnya banyak yang terpaksa ganti nomor hape.

Sejak dulu, penyedotan pulsa ini sudah terjadi. Dari kasus “mama minta pulsa”, “mama lagi di kantor polisi” hingga “ transfer ke nomor rekening BNI atas nama Siti Markiyem” dan seterusnya itu sudah banyak. Sampai sms jebakan betmen yang berkedok hadiah dan konten-konten menarik. Lihat, sudah marak demo mahasiswa soal penyedotan pulsa yang kian marak jadi bahan pembicaraan dan hujatan tersebut.

Banyak spekulasi beredar soal sebab musabab kejahatan penyedotan pulsa ini. Ada yang dilakukan penjahat kelas canggih seperti kasus di LP Sumatera Utara yang para napinya ternyata menjadi pelaku kejahatan pulsa. Ada juga yang menduga ini semua karena permainan operator seluler yang memperjualbelikan data dan nomor pribadi pelanggannya sehingga jatuh ke pihak-pihak yang tak bertanggungjawab. Rakyat sudah banyak dirugikan selama bertahun-tahun, dan diperparah dengan kasus ini. Pemerintah juga seakan lamban (atau enggan) menangani masalah ini. Entah sampai kapan?

Sampai kapan? Lihat saja nanti dagelan yang tidak lucu ini berlangsung di saluran televisi terdekat milik masing-masing. Seharusnya ada tindakan cepat dan efektif untuk menanggulangi semua ini oleh pemerintah dalam hal ini Menkominfo, bukan cuma masalah konten gambar plus-plus, namun perkara sedot pulsa ini perlu jadi fokus juga karena menyangkut lagi kepercayaan masyarakat. Sudah uangnya habis karena naiknya biaya hidup, eh masih diperparah dengan penyedotan semena-mena bak sedot WC ini.


Esensi sedot WC, sedot lemak dan sedot pulsa sama saja. Sama-sama menyedot hal buruk. Sedot WC ya menghisap bersih isi septic tank, sedot lemak mengenyahkan lemak tubuh sementara sedot pulsa? Memperoleh keuntungan dengan cara yang haram (sesuatu yang kian lazim di negeri ini). Duh, apalagi sekarang pada senang yang haram-haram, bagaimana bisa maju negara ini jika keadaan demikian. Sejak saat ini mari kita lebih berhati-hati bila menerima sms-sms demikian, tinggal hapus saja dan tetap waspada karena kejahatan jenis ini akan selalu berubah-ubah modus operandinya mengikuti perkembangan.


Tag: tulisan

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Silahkan login untuk memberikan pendapat