Pameran Kriya Nasional 2
Kamis, 14 Jul '11 13:35
Ada keramaian yang meriah di Lawang Sewu, sebuah event berskala nasional di gelar di sebuah gedung bersejarah yang baru saja mengalami renovasi sehingga merubah penampilannya menjadi cantik mempesona. Gedung Lawang Sewu yang dahulunya lebih terkenal dengan cerita mistis seputar hantu saat ini telah bersolek menjadi heritage building yang sangat indah menambah pesona kota Semarang.
Keramaian yang meriah tersebut adalah Pameran Kriya Nasional. Pameran ini di buka langsung oleh ibu negara Republik Indonesia, Ibu Ani Yudhoyono yang juga sekaligus meresmikan gedung Lawang Sewu dengan wajah barunya.
Pameran berskala nasional ini menampilkan aneka produk kerajinan andalan dari seluruh Nusantara. Tiap-tiap provinsi mengirimkan perwakiannya untuk berpameran dengan menampilkan kerajinan terbaik dari tiap Propinsi.
Memasuki area Lawang sewu melalui pintu samping langsung menuju halaman belakang dengan pohon besar yang rindang memayungi hari yang panas saat ini. Di halaman belakang tempak ramai, terdapat sebuah panggung berukuran cukup besar dengan soundsystem lengkap. Tampak sebuah grup musik sedang beraksi di panggung menghibur pengunjung dengan lagu-lagu yang lumayan populer.
Karena Lawang sewu terkenal dengan kaca patri pada lobby depan, maka tujuan pertama saya sebelum berkeliling melihat pameran adalah menikmati keindahan kaca patri ini. Siang hari saat yang tepat untuk menikmati keindahan pancaran warnawarni kaca patri yang penuh cerita bermakna.
Setelah melihat kaca patri yang fenomenal ini, kami mulai berkeliling. Tiap perwakilan daerah menempati ruang-ruang yang banyak tersedia di lantai dasar Lawang Sewu, tiap ruang terdiri dari perwakilan dua hingga tiga propinsi, tergantung dari jumlah kerajinan yang di bawa dari tiap propinsi tersebut. Tiap propinsi menampilkan kerajinan khas yang unik dan cukup berwarna dan bervariasi.
Misalnya dari perwakilan DKI Jakarta yang memboyong juga sepasang patung penganten betawi lengkap dengan assesorisnya. Pameran ini mengingatkan saya dengan pameran2 kerajinan yang biasa di adakan di Jakarta, ternyata Semarang pun tak kalah dalam penyelenggaraan pameran kerajinan yang mampu mengundang berbagai propinsi di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam sebuah pameran Kerajinan yang juga tergabung dalam wadah Dewan Kerajinan Nasional.
Puas melihat-lihat kerajian dari manca wilayah indonesia, kami bergerak untuk ke lantai dua, yang juga disiapkan sebagai tempat pameran.
Di lobby tengah tampak di gelar seminar, kursi-kursi tertata rapi dan pembicara tampak bersemangat memberikan penjelasannya dengan di lengkapi gambar pada layar.
Kami kembali berjalan-jalan menasuki ruang-ruang yang ada, ternyata di lantai dua ini di khususkan untuk kabupaten di wilayah jawa tengah, sehingga semua tampak berpartisipasi memamerkan produksi kerajinan andalannya.
Karena di Jawa tengah merupakan sentra Batik Nasional, sehingga lantai dua ini di dominasi dengan aneka batik, dengan motif-motif andalan dari tiap daerah yang memiliki ke khasannya masing-masing.
Puas berkeliling, dari teras atas atas kami menikmati suguhan hiburan dari panggung utama di halaman belakang, tampak sebuah group musik remaja yang menyanyikan lagu-lagu jawa yang cukup dikenal dengan arransement dibuat lebih mudah di cerna, sehingga lebih mengasikkan.
Setelah berkeliling melihat-lihat kerajinan andalan di gedung utama lawang sewu, kami turun ke halaman belakang, tanpak ramai dengan aneka makanan. Rupanya selain membawa kerajinan, beberapa daerah juga membawa serta kuliner andelannya, seperti keraktelor jakarta, pempek palembang, dan dari semarang sudah pasti ada lunpia.
Sebelum meninggalkan lawang sewu kami sempatkan untuk mampir ke gedung kecil di belakang yang sekarang tampak sudah rapi dan cantik, rupanya gedung ini dijadikan museum mini lawang sewu, yang isinya menceritakan proses renovasi dengan foto-foto sebelum dan sesudah renovasi, proses renovasi serta sejarah singkat lawang Sewu, di salah satu bagiannya terdapat toko souvernir, dan yang paling menarik adalah ruang khusus yang memutar film sejarah perkeretaapian, dan bila pengunjung penasaran dengan ceritanya, tinggal ambil headphone yang tersedia dan dengarkan ceritanya.
Beruntung saya menyempatkan untuk berkunjung di pameran Kriya Nusantara, selain bisa menikmati keindahan kerajianan dari perwakilan propinsi di Indonesia dan perwakilan daerah di Jawa Tengah yang juga tergabung dalam Dewan Kerajinan Nasional, saya juga berkesempatan menikmati keindahan gedung Lawang Sewu pasca Renovasi.
Tag: lawang sewu, kriya, pameran
Terkait:
-
Classic Orchestra di Lawang Sewu yang Indah
Rabu, 28 Sep '11 10:58 -
Lawang Sewu Dulu dan Kini
Senin, 18 Jul '11 16:46 -
Tugu Muda Riwayatmu .. Ironis memang ..
Sabtu, 15 Mei '10 02:33
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
maknyos: Lheb Godhek
Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat