Tragedi Contek Massal 1
Selasa, 21 Jun '11 12:49
Berita contek massal yang terjadi di Sekolah Tingkat Dasar Gedel 2, Tandes, Surabaya , sungguh memukul hati nurani kita. Bagaimana mungkin anak-anak Sekolah Dasar sudah diajari untuk berbuat tidak jujur. Dan yang lebih memprihatinkan lagi karena Siami telah melaporkan kejadian tersebut, oleh warga kampungnya Siami diusir paksa, karena dianggap telah mencemarkan nama baik sekolah dan kampungnya. Aduuh...
Sebuah tragedi kemanusiaan yang sangat pahit, dimana kejujuran justru dianggap sebagai sebuah kesalahan, sebuah pencemaran nama baik bagi masyarakat yang menganggap diri mereka beradab, sebab dengan berbicara jujur maka yang tidak jujur terbuka kedoknya, yang terbuka kedoknya adalah masyarakat yang menganggap ketidak jujuran adalah hal yang biasa. Oleh karena itu yang berbuat jujur tidak berhak hidup di lingkungan masyarakat yang jujur menerima ketidak jujuran sebagai sebuah kemestian.
Kita tidak tahu apakah masalah contek massal ini hanya terjadi di SD Gedel 2, Tandes, Surabaya saja, atau siapa tahu hal ini sudah terjadi dimana-mana dan bukan yang pertama?. Pemikiran ini tentu membuat kita was-was akan pendidikkan anak-anak kita. Miris jika anak-anak kita sudah diajarkan berbohong sejak dia SD, seperti yang dialami Ali, putra Siami yang dipaksa untuk memberikan jawaban dari soal UN yang dikerjakan Ali kepada seluruh teman-temannya. Perintah guru yang harus dipatuhi oleh semua muridnya tanpa kecuali.
Kebobrokan ini sebetulnya tidak keluar dari mulut putra Siami, yang dalam hal ini tentu merasa paling menderita karena telah melakukan kebohongan saat UN berlangsung, bahkan kepada Ibunya sendiri hal ini tak diceritakannya. Justru dari orang lain Siami mengetahui, dan untuk itu Siami memaksa anaknya untuk bicara jujur. Dan dengan menangis putranya menceritakan semua yang telah dialaminya.
Mungkin saat ini Siami juga menyesali kejujuran yang telah dilakukannya, seandainya dia membiarkan saja masalah contek massal yang terjadi di Sekolah anaknya, pasti masalah ini tidak akan menjadi pelik seperti ini, sampai-sampai dia diusir dari kampungnya. Jika hal ini kemudian menjadi bahan pelajaran bagi Siami dan kita semua, bahwa lebih baik diam saja jika mengetahui kejahatan, ketidak jujuran atau penyelewengan yang dilakukan aparat pemerintah kita, agar kita tidak tertimpa masalah. Maka sempurna sudah tragedi yang terjadi di Negeri Indonesia ini.
Sekolah adalah tempat dimana anak cucu kita belajar menjadi orang pintar, itu adalah harapan setiap orang tua, dengan segala daya upaya mencarikan biaya agar anak kita bisa masuk ke sekolah yang baik, dengan harapan anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik dan bermutu, tidak hanya pintar, cerdas dan berwawasan luas, tapi juga anak-anak yang memiliki kepribadian yang baik dan jujur.
Apakah saat ini kita masih bisa mempercayai institusi terhormat yang kita kenal dengan sekolah itu?. Apakah anak-anak kita tidak mengalami tekanan dan paksaan saat melaksanakan proses belajar mengajar di Sekolah, yang untuk sebuah tujuan mempertahankan nama baik, memaksa anak-anak kita untuk melakukan ketidak jujuran?.
Tag: kejujuran, mencelakakan
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
maknyos: Jos Gandhos

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat