Serangan Ulat Bulu 0

Jumat, 22 Apr '11 19:56

Sebagai pencinta binatang, terus terang saya tidak sanggup untuk bersentuhan dengan ulat bulu, berbeda dengan kucing dan anjing yang sama-sama memiliki Bulu, memegang, menggendong bahkan membelai mereka bagi saya merupakan sesuatu yang menyenangkan. Tapi kalau ulat bulu, maaf seribu maaf mboten mawon.

Walaupun Ulat bulu nantinya akan bermeta morfosa menjadi kupu-kupu yang cantik dan elok, tetap saja ulat bulu bukanlah binatang yang enak dilihat dengan bentuknya yang ginyul-ginyul  sehingga  membuat geli, apalagi untuk menyentuh atau membelainya hiiiii.... belum menyentuh saja rasanya badan ini sudah gatal-gatal. Yang mengherankan mengapa Ulat bulu itu sepertinya muncul secara tiba-tiba. Padahal untuk berubah jadi ulat, telur kupu-kupu kan butuh waktu untuk menetas. Kalau sampai ada Ulat bulu yang demikian banyak, mestinya sebelumnya didaerah itu kan ada banyak kupu-kupu yang berterbangan dan bertelur didaerah itu, mengapa tak terdeteksi sebelumnya.

Tahun ini banyak sekali masalah lingkungan yang harus kita hadapi, selain banyaknya bencana alam yang terjadi dimana-mana, cuaca yang sulit diramalkan sehingga menyebabkan banyak tanaman buah yang harusnya berbuah menjadi tidak berbuah, sekarang muncul serangan alam lainnya yang sangat menakutkan yaitu Ulat bulu, bahkan dibeberapa daerah serangan Belalang juga sudah mulai menyerang tanaman padi para petani. Dari cerita Ibu saya serangan belalang memang sudah ada sejak dulu, biasanya pada malam saat Belalang itu datang secara bergerombol dan berjuta-juta jumlahnya, saat mereka terbang akan menimbulkan suara yang cukup memiriskan telinga.

Yang perlu diketahui adalah jika kita menghindari kontak langsung dengan ulat bulu tidak lantas aman dari serangan bulunya. Sebab bulu-bulu ulat bisa lepas terbawa angin, pakaian yang dijemur sampai air mandi juga bisa dipenuhi bulu. Satu helai bulu ulat yang menempel di permukaan kulit sudah cukup untuk memicu rasa gatal, memerah, dan bentol di sekujur tubuh. Hal Ini disebabkan  karena bulu ulat umumnya mengandung zat racun yang dapat menembus pori-pori kulit dan menyatu dengan darah.

Zat racun yang menyebar ke dalam darah akan direspons sebagai zat asing. Lantaran dianggap sebagai musuh, maka sel-sel imun akan memproduksi senyawa histamin untuk melawannya. Senyawa ini yang kemudian memicu kulit menjadi  memerah, gatal-gatal, dan bentol-bentol diseluruh tubuh.

Itulah mengapa selain minyak gosok dan bedak anti gatal, untuk mengantisipasi serangan Ulat Bulu jika nanti masuk ke kota Semarang, lebih baik kita sediakan obat anti histamine  seperti Incidal atau CTM. Selain itu tetap menjaga kebersihan lingkungan dan tutupi makanan supaya aman. Kita harapkan agar Pak. Walkot tanggap untuk bersiaga agar Ulat Bulu tidak sampai mengganggu kota kita tercinta.

 


Tag: ulat bulu, geli, gatal

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Silahkan login untuk memberikan pendapat