Briptu Norman 5

Selasa, 12 Apr '11 07:25

Saat ini kita sedang dinina bobokkan oleh tarian dan nyanyian Briptu Norman, setiap hari berita tentang Polisi itu selalu memenuhi ruang keluarga di Rumah kita. Bahkan sekarang semua orang dimintai pendapat terutama para artis tentang fenomena yang sebetulnya biasa-biasa saja itu. Dan pendapat mereka pastilah yang baik-baik saja.

Sebagai sebuah tontonan tarian Mas Norman kayaknya juga tidak terlalu istimewa, meskipun begitu selama seminggu sudah ditonton ratusan ribu orang di situs You Tube karena memang lucu. Yang membuat istimewa karena pemberitaan TV yang membuat semakin banyak orang tahu, bahkan sampai para pejabat tinggi Polisi, yang semula merasa risih dengan aksi yang dilakukan di tempat kerja, kemudian berubah karena masyarakat membela aksi Mas Norman.

Industri televisi saat ini menjadi industri raksasa yang sangat menguntungkan jika mampu menjual berita yang disukai pemirsa, suguhan beritanya kadang-kadang sampai tidak masuk akal saking anehnya. Berita tentang artis menjadi salah satu yang sangat diprioritaskan, sehingga seluruh Indonesia Raya akan mengerti tentang pertengkaran artis X dengan Ibunya, atau tentang perceraian, perselingkuhan Artis Y. Lalu pentingnya apa kita tahu masalah itu?. Sementara masalah yang lebih besar dan lebih penting hanya kita dengar pada saat Siaran Berita, dengan pemberitaan yang adem-adem saja. Dan begitu satu stasiun TV menyiarkan berita Heboh, maka stasiun yang lain akan berbuat sama, kalau perlu dibuat lebih heboh lagi sampai-sampai P. RT setempat dimintai pendapatnya tentang kasus yang sebetulnya tidak penting tersebut.

Tidak heran jika Indonesia ini menjadi sasaran untuk memperkaya diri sendiri bagi orang atau kelompok tertentu. Orang Indonesia  hebat untuk menjadi Follower, jadi kalau mau menjual sesuatu agar laku gampang saja: Tinggal beri saja orang-orang yang berpengaruh misalnya pejabat atau artis Top agar memakai barang yang akan dijual dan masukkan sebagai berita di TV, dan minta mereka  untuk mengatakan betapa hebatnya barang tersebut. Ditanggung tidak lama pasti semua orang akan mencari barang tersebut karena barang tersebut sudah dinobatkan menjadi Trent Setter. Lebih hebat lagi kalau ditambahkan  yang tidak memakai barang tersebut dicap ketinggalan jaman. Hal inipun akan diikuti dengan produk tiruan yang akan segera memenuhi pasaran agar yang kantongnya cekakpun bisa mengikuti Trent Setter agar bisa disebut Keren.

Kembali kepada fenomena Briptu Norman, ada apa dibalik hiruk pikuk pemberitaan video mas Norman yang sebetulnya  tidak terlalu istimewa tersebut., sampai-sampai para pejabat kepolisian menggelar jumpa Pers segala, dan beritanya setiap saat membuat pusing karena disemua TV selalu muncul berita yang sama. Selama itu hanya menjadi berita yang sewajarnya saja dan  bisa mengangkat kehidupan  Mas Norman menjadi lebih baik, yang katanya akan mengorbitkannya menjadi penyanyi, Alhamdulillah.  Tapi kalau berita Mas Norman sengaja dilejitkan untuk menyamarkan berita atau hanya untuk sekedar mengalihkan perhatian masyarakat dari masalah yang lebih penting  untuk perbaikan kesejahteraan Rakyat, sungguh  sangat disayangkan.

 


Tag: Mas Norman, tidak terlalu istimewa

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

jatiblack 0 0
Ah nggak juga kang, udah jadi hukum rimba. Kalo ada yang baru & lebih menarik untuk dibahas kenapa nggak?? Toh kang kunyil akhirnya juga nulis tentang BRIPTU NORMAN KAMARU juga. :-D

Kalo saya sich merasa terhibur & salut sama BRIPTU NORMAN KAMARU. Dibalik kepentingan-kepentingan yang kang kunyil paparkan di atas. : )
yu kunyil 0 0
Trimakasih.
Perbedaan pendapat akan semakin indah selama dalam kejujuran.
Semoga memang tidak ada kepentingan yang lain, belajar dari pengalaman yang ada, mesti berhati-hati dengan sesuatu yang terlalu jauh dari kewajaran.
Selamat pagi
titus katro 1 suka | 0
Yang jelas sekaang pangkat Briptu jadi lebih ngetop... dan begitu seharusnya... para jendral hanya cari muka menekan polisi dibawah... periode besok Kapolrinya Briptu aja deh...
Hidup Briptu Norman, Briptu Eka Frestya & briptu Ovvy Ollivia...
maknyos 1 suka | 0
memang rejeki nya Briptu Norman, kemarin juga dapat beasiswa S1 dari UBK Jakarta

titus katro: hahah buntute kok ono briptu2 liyane
pall 0 0
Wah, artikel ini Semarang banget ya : D

Silahkan login untuk memberikan pendapat