Serangan Umum Komunitas Seli di Jogja - Gowes Bareng Jogja - Borobudur via Selokan Mataram 1

Kamis, 10 Mar '11 10:32

Apa yang terjadi kalo komunitas Sepeda Lipat dari berbagai kota kumpul dan numplek bareng di Jogja?? Seru pastinya, dan bikin orang sekota Jogja harus mengalihkan perhatiannya melihat iring-iringan sepeda Lipat melintasi kota dengan segala bentuk, model dan merk sepeda Lipat.

Tanggal 5 dan 6 Maret lalu komunitas Seli (sepeda Lipat) dari berbagai kota numplek bareng di jogja, ada yang datang dari Jakarta (Id-folding bike), Surabaya (bikeberry), Bandung (sel-B), Tasik (Konselet), solo (aseli) dan tak ketinggalan dari Semarang (Komselis). Ya kami dari semarang berangkat dari sabtu siang sekitar 30an orang untuk bergabung bersama penunggang seli lainnya meramaikan kota Jogja.

Karena kami baru tiba di Jogja sore sekali, maka kami langsung bergabung dalam acara silaturahmi yang di gelar malamnya di rumah salah seorang aktivis pesepeda lipat di Jogja, om Agung (maaf kalo salah siapa namanya). Kami di jemput utusan dari JFB (Jogja Folding Bike) untuk mengawal rombongankecil kami menuju tempat berkumpul, iring-iringan panjang kami di malam hari gerimis ini melintasi malioboro yang cukup ramai, sempat menarik perhatian, hingga tibalah kami di rumah tempat berkumpul. Yang sudah di pasangi tenda dan terpampang spanduk 'SELAMAT DATANG'.

Ternyata rombongan kami yang terakhir tiba, dan acara ramah tamah sudah dimulai. Kami di sajikan mie jowo yang nikmat dengan ronde yang hangat di malam gerimis ini dilengkapi juga dengan aneka gorengan dan buah-buahan untuk cemilan iseng saat ngobrol-ngobrol bareng. Acara sederhana ini menjadi ajang kenalan bagi kami, sesama penunggang sepeda lipat.

Usai acara masing-masing rombongan kembali ke penginapan masing-masing untuk beristirahat dan persiapan gowes panjang besok pagi menuju Borobudur via Selokan Mataram.

Hari minggu subuh penginapan sudah ramai dengan persiapan untuk gowes. Kami hari ini pakai seragam KOMSELIS dengan lengan biru yang sudah di persiapkan biar kelihatan kompak, hehehehe...

Semua rombongan kumpul di bundaran kampus UGM, tapi sebelum keberangkatan kita sarapan pagi dulu di seputaran UGM yang mulai ramai dengan pedagang dadakan minggu pagi.

Baru sekitar jam 1/2 7 semua rombongan berkumpul, di beri wejangan peraturan selama di perjalanan, menjaga kekompakan tiap rombongan dan akhirnya di tutup dengan doa bersama, kami memulai gowes menuju Borobudur via selokan Mataram sejauh 40 km...yeeeiii mari bersemangat.

Rute perjalanan melalui selokan mataram adalah rute yang tepat untuk menikmati udara pagi jogja yang rada mendung, dengan pemandangan cantik gunung merapi terlihat membiru di kejauhan di lengkapi dengan hamparan sawah-sawah menghijau memanjakan mata untuk bersemangat menggowes sepeda. Untuk satu setengah jam pertama perjalanan dilalui tanpa hambatan, jalan masih rata diantara jalur selokan mataran, dan perjalanan tak begitu terasa cape, karena sesekali berhenti kala melihat pemandangan apik, spontanitas para goweser untuk memparkirkan sepedanya dan berpose sejenak menjadi kegiatan yang menambah kesenangan bersepeda di pagi hari ini.

Perjalanan mulai terasa berat saat matahari mulai menunjukkan kegarangannya, waktu menunjukkan pukul 9 pagi, sinar matahari tidak lagi ramah, mulai menyengat dan mempengaruhi semangat goweser, perjalanan pun mulai menunjukkan kesangarannya. Saat kami tiba di Kali Putih yang disebut-sebut Ancol oleh teman2, kami menyempatkan untuk beristirahat lama menikmati sungai garang yang membawa serta material lahar dingin dalam tiap jeramnya.

Mulai dari sini perjalanan kami memasuki jalan yang lebih mulus, dan meninggalkan selokan mataran. Jalanan memang mulus, karena jalan raya walau tidak ramai, tapi....tanjakannya itu loooh yang bikin ngedrop...huhhuhuuuu....baru saja melintasi sungai langsung di hadapi dengan tanjakan yang berjalan buruk...huuufff...kudu di TTB (TunTun Bike) deh, tiba di atas mulai menggowes, jalanan terlihat rata, padahal siy sebenarnya menanjak, laju perjalanpun mulai pelan.

Sebuah tanjakan tajam memanjang menghadang di depan mata...waaaah..awalnya tetap usaha untuk coba menggowes, tapi tiba di tengah kog lutut gemeter..huuuufftt.....serta merta harus turun dari sepeda dan mulai TTB, berjalan pelan sambil menuntun sepeda ternyata berat juga, karena tanjakannya lumayan curam dan panjaaaang. Hampir semua peserta terlihat pasrah menuntut sepedanya di jalur ini, kecuali para pesepedawan yang sudah terasah dengkulnya dengan pengalaman gowes nanjak..saalluuutt buat teman2 yang ga TTB sepanjang 40 KM perjalanan ini.

Tiba di atas kami beristirahat sejenak, mengumpulkan nafas dan nyawa yang dah setengah-setengah. Dan setelah semua kumpul kami kembali menggowes sepeda, hingga menemukan tanjakan-tanjakan terjal lainnya yang memaksaku untuk kembali menuntut sepeda mendaki tanjakan. Selain menemukan tanjakan ada juga turunan asik yang di lalui dengan riang gembira, ga pake rem biar hemat gowes...wuuuuzzz melaju kencang..assiiikkk ketawa-ketawa hingga tiba-tiba dihadang tanjakan lagi dan dilalui dengan meringis...huuhuuhuuu....

Menjelang 5 kilometer terakhir jalan kembali landai...alhamdulillah dan kembali menggowes dengan riang gembira. Suasana bersepeda pun kembali tampak, sepanjang jalan dipenuhi oleh para goweser. Beruntung sepanjang perjalanan ini dapat tandem sepeda yang asik, si mba' cantik yang tomboy Ranz:) jadi sepanjang jalan kita ngoceh dan ketawaketawa aja, biar ga terlalu terasa cape menggowesnya.

Tanpa terasa ternyata sudah tiba di Gerbang Muka Borobudur..yeeeeiii....we've made it..hebaaat...satu persatu teman-teman yang berhasil finish di semangati dengan tepuk tangan gembira dan langsung memarkirkan sepeda di depan tulisan Candi Borobudur, bergabung dengan teman-teman kembali bersuka cita dan sukaria. Kami finish sekitar jam 11.15, saat matahari dengan gaharnya memamerkan terik sinarnya yang luar biasa sodara-sodara, tapi semangat teman-teman sungguh luar biasa.

Sementara kami beristirahat di beberapa tempat dengan berpeneduh seadanya, beberapa teman mulai aktif kembali berceloteh, cari minuman sejuk, makanan pengganjal perut, serta yang paling banyak dilakukan adalah 'up date status', penting itu...demi eksistensi...hahahahahahaaaa...

Siang ini kami berkesempatan untuk shooting bersama Metro TV, si mba' cantik reporternya dah sibuk mundarmandir dan kameraman serta crewnya juga terlihat mulai memasang kameranya di tempat yang paling strategis untuk menyorot sepeda kami yang terparkir rapi di muka gerbang Borobudur. Sementara Crew TV sibuk, beberapa teman juga sibuk cari tempat paling strategis demi kebagian secuil sorotan camera nanti..hahahahahaa.
Shooting berlangsung sekitar 1/2 jam, dan dengan berakhirnya shooting, maka berakhir juga acara gowes bareng kita.

Tiap2 orang kembali disibukkan untuk melipat sepedanya masing2 untuk di loading di atas truk dan mobil pick up yang telah di sediakan panitia. Kami dari Komselis kebagian 1 truk yang harus diisi dengan sepeda dan manusianya...hahhahaa...kebayang deh umpel2an bareng sepeda lipat yang tersusun rapi sampe2 badan pun ga bisa bergerak, tapi kita tetap enjoy aja.

Tiba kembali ke bundaran UGM, hari sudah menjelang jam 3, tapi kami belum makan siang, dengan di arahkan seorang JFB, kami mengular mengikuti dari belakang menuju tempat makan favorit tersebut, tanpa tau kemana tujuan sebenarnya *ternyata jauh boooww...padahal yang dekat banyak tapi ikutan ajalah*. Kami makan nasi sup ayam sore itu, lumayan makan makanan hangat di perut kosong yang dah kempis sekarat minta di isi.

Perut kenyang yang terjadi selanjutnya adalah mengantuk...haalaaah...masih harus menggowes hingga ke penginapan, dan karena kita ketinggalan dari rombongan utama, jadilah kita rada memutar untuk kembali ke penginapan dengan selamat.
Istirahat sejenak, bersih-bersih akhirnya seusai maghrib kita pun mulai loading sepeda-sepeda lipat kita diatas mobil pick up untuk kembali ke Semarang. Phiiieewww...perjalanan luar biasa niy..

Ga pernah ngbayang akan gowes Jogja (UGM) - Borobudur sebelumnya, ternyata kejadian juga. Terima kasih untuk semua teman2 KOMSELIS yang telah mewujudkan kejadian ini, untuk supporting saat menggowes, arrange transport Semarang - Jogja - Semarang, penginapan di tempat yang asik hingga kegembiraan yang tak terkira, poto-poto narsis yang penting biar eksis, yang paling perlu di catat adalah kekompakan kita selama gowes kemaren.

Special tengkyuuu buat jeng Rans yang telah setia menjadi tandem gowes selama di jogja dan sepanjang 40 KM menuju Borobudur, mas tayux yang dah support everything, cipluks yang menjadi bagian penggembira gowes bersama kita dan my big salut for icha yang sebelumnya ga pernah gowes tapi sukses gowes ke Borobudur.....

-vi-
Persiapan berikutnya gowes Semarang - Kudus - Jepara serta Solo - Jogja....yeeeaaahhh.....

 


Tag: Semarang, sepeda, gowes, sepeda lipat, komselis, jogja, selokan mataram

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

maknyos 0 0
seperti biasa...kalo nte elvi yang posting komplit plit! sayang ngga bisa gabung kemaren

TOP!

Silahkan login untuk memberikan pendapat