Nasi Tumpang Koyor Gajahmada 3
Sabtu, 27 Nov '10 13:34
Sore ini Semarang tampak dingin, karena hujan baru saja mengguyur kota Loenpia. Seperti biasanya rutinitas sepulang kerja Saya sering menyusur jalan2 utama kota ini, tidak lain adalah mencari sesuap nasi atau apalah yg dapat membungkam perutku yg suka keroncongan disore hari, apalagi Semarang kali ini lagi dingin-dinginnya. tujuan Saya kali ini mencari sesuatu makanan yg dapat mengeyangkan dan tentunya dapat memanjakan lidah Saya, dimulai dari sekitaran Simpang Lima (5 menit dari Tugu Muda) Saya memutar beberapa kali, tapi mata dan perut ini belum menemukan warung / rumah makan yg mengharuskan Saya singgah kesitu, mungkin karena sudah lumayan bosan dengan menu-menu yang sebagian besar sudah biasa dan membosankan.
Saya kali ini tak putus asa, melanjutkan perjalanan kearah Jl. Gajahmada, ya jalanan ini kian ramai saja dengan dibangunnya beberapa Hotel Berbintang, ada Hotel Ibis,Semesta dan Hotel Gumaya, memang disepanjang jalan ini berjejer kuliner khas Semarang tapi entah mengapa Saya kok merasa kurang sreg ya? Sesampainya dipertigaan Jl. Wotgandul saya teringat Nasi Kucing Pak Gik yg melegenda itu, tapi ini masih jam 6 sore tidak mungkin sudah buka, saya mulai memacu kendaraan Saya kearah utara setelah maju sekitar 500M dari pak Gik (Sebelum Hotel Gumaya) mata ini tertuju dengan Warung Tenda yg bertuliskan "NASI TUMPANG KOYOR" tanpa babibu,,, Saya langsung parkir didepan warung tenda tsb.
Dalam benakku aku ingin berNostalgia sama kuliner Khas Salatiga ini, ya sewaktu saya diSalatiga saya pasti menyempatkan diri mampir ngiras makanan ini, sebetulnya "NASI TUMPANG KOYOR" ini lebih familiar disebut "SAMBEL TUMPANG" mungkin karena ada penambahan Koyor maka sipenjual membrandingnya dengan sebutan Tumpang Koyor saja *sok teong* :))
Setelah Saya masuk ketenda sederhana ini Saya merasa ndak salah milih menu makan soreku, begitu Saya duduk sudah dimanjakan dengan Nikmatnya Sambel Tumpang buatan ibu Gimah ini, sederet sayuran dari daun pepaya, ketela, keningkir, kacang panjang, irisan papaya muda dan mie goreng. Ternyata disini juga tersedia Pecel tapi kali ini Saya ndak pilih, karena Saya sudah ngiler sama Nasi Tumpang Koyornya.
Wow..Saya benar-benar ingin melahap semuanya, dengan nasi hangat yg diletakkan dipiring beralaskan daun pisang, ditabur dengan sayur-sayuran tadi kemudian Sambel Tumpang, beberapa iris Daging Koyor dan krupuk karak diletakkan diatasnya membuat Saya semakin bernafsu dengan kelezatan makanan tsb.:-D
Semula aku agak ragu, karena baru kali ini Saya menjumpai kuliner khas Kota Salatiga ini di Semarang, tetapi dugaan Saya meleset jauh,,, baru satu sendok nasi hangat dan sesuir daging koyor yg bercampur dengan sambel tumpang mendarat dilidahku, aku berguman dalam hati,,"Maknyosss Jendrallll ^O^ ala Pak Bondan pembawa acara kuliner diTV, kebetulan didepan ada macam-macam gorengan, tapi kali ini Saya tertarik pada tempe bacemnya, ya lumayanlah rasa manisnya sebagai penawar pedasnya sambal tumpang yg sudah habis kulahap ini, setelah menghabiskan 1gelas es jeruk yg kupesan tadi, saya bergegas pulang karena gerimis kelihatanya sudah menghadang, ya cukup ekonomis lah,,, 1porsi Nasi Tumpang + Koyor, 1 Tempe bacem, 1gelas es jeruk biaya yg harus aku ganti untuk rasa puas dan kenyang yang kudapat hanya 12rb rupiah saja. Oke kali ini saya mau bergegas pulang sebelum kehujanan, buat pecinta kuliner #koyor patut mencobannya
Tag: kulinersemarang, sambaltumpang, buburtumpang, hotelgumaya, gajahmada, hotelsemesta, hotelsemarang, koyor

Komentar:
**eh mas, tapi kok saya kesana gak ada bacemnya ya? pdhl di review atas ada tuh... udah mbayangin bacem loh
Silahkan login untuk memberikan pendapat