(Flash Fiction) : Lawang Sewu 5

Kamis, 21 Okt '10 13:18

Aku berlari menyusuri lorong-lorong Lawang Sewu malam itu. Gedung yang sangat populer di jantung Semarang ini semakin menunjukkan keangkuhannya yang mengundang aroma mistis disekitarnya. Aku masih berlari didalam gelap.

Malam semakin mencekam, sementara aku hanya sendiri terjebak dikegelapan gedung kokoh nan angker itu.

Aku bingung, hendak kemana harus mencari jalan keluar. Sementara ketujuh sahabat sudah meninggalkanku didepan. Entah aku berada dimana? Sunyi..hanya bertemankan angin dan suara-suara yang tidak jelas.

"Mas" tiba-tiba ada suara perempuan yang entah ada dimana
Aku semakin ketakutan
"Aduh, mana tidak bawa senter lagi! HPpun tiada lampu!" Rutukku dalam hati
"Mas" suara perempuan itu makin mendekat

Ada bayangan yang mendekat
Huaaaa!!!!! Aku berteriak sekuat tenaga melewati lorong-lorong gelap Lawang Sewu. Tapi suara itu seolah seperti mengejarku. Mengikuti kemanapun aku pergi.

Terengah-engah aku di dekat pintu keluar. Terkunci..sementara bayangan itu makin mendekat. Jantungku kian berdegup kencang, hendak lepas dari tangkainya..Lindungi aku..

Bayangan itu mendekat, dan berkata
"Mas, lain kali jangan tidur disini dan jangan suka ninggalin dompet disembarang tempat!" kata bayangan itu...yang ternyata seorang wanita paruh baya sambil menyodorkan dompetku dengan muka sedikit asam.

Oh, rupanya aku tertidur tadi disini.

 

 

Bambang Priantono

16-10-2010


Tag: Semarang, fiksi

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

nonowaewis 0 0
Nyoba sekalian Flash Fiction disini...semoga saja uji coba diterima
Numpang Rame 0 0
Untung dompetnya nggak hilang, he...
jatiblack 0 0
Walah ono-ono wae. Kuwi jenenge keturon. :-D
nonowaewis 0 0
@Numpang Rame : hehehehehe
nonowaewis 0 0
jatiblack : iyo tenan heheheh

Silahkan login untuk memberikan pendapat