Bubur India, Saksi Sejarah Pekojan Semarang 5
Senin, 16 Agu '10 17:23
Barangkali masih ada warga Semarang dan sekitarnya yang belum familiar dengan bubur India. Penganan ini cuma ada pada saat bulan ramadan saja. Satu-satunya tempat yang menyediakan bubur itu ada di Masjid Jami Pekojan, Jalan Petolongan Semarang.
H Ngatiman (65), adalah salah seorang peracik bubur beras putih berbumbu aneka rempah ini. Setiap menjelang beduk magrib, Ngatiman selalu sibuk menyiapkan ratusan mangkuk bubur India untuk dibagikan kepada para jamaah masjid dan warga sekitar. "Siapa pun yang datang ke masjid ini pada saat menjelang azan magrib ramadan, akan kami berikan bubur India yang tiada duanya ini," kata Ngatiman.
Cita rasa bubur tersebut memang tergolong unik, lantaran banyak rempah-rempah yang diolah untuk menambah kelezatannya. Sebagaimana resep turun-temurun dari para Kojan (pedagang keturunan India, Pakistan, dan Arab muslim), Ngatiman pun membumbui buburnya dengan aneka rempah, diantaranya kayu manis, pandan wangi, sere, jahe, bawang, wortel, dan santan kelapa.
Biasanya bubur tersebut disajikan dengan sayur dan lauk-pauk yang berganti setiap harinya, seperti sayur lodeh, tahu, sup, ayam cacah, gulai, ataupun sate kambing.
Sejarah bubur India berasal dari orang Koja yang tinggal di kampung yang kini disebut Pekojan itu. Dahulu sekitar 200 tahun silam, orang-orang Koja tersebut sering melaksanakan ibadah salat ashar sekaligus berbuka di masjid seluas 3.500 m2 ini. Lama-kelamaan muncul kesepakatan untuk membuat bubur sebagai hidangan buka bersama. Hingga saat ini, seluruh bahan untuk hidangan itu berasal dari donatur jamaah.
sumber dari sini
Tag: bubur india, bubur pekojan, kuliner semarang khas ramadhan
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
nonowaewis: Lheb Godhek
-
jatiblack: Lheb Godhek
-
lakone: Sip Tenan

Komentar:
Wis tak tulis versiku
Silahkan login untuk memberikan pendapat