Mie Lampung Bawa Untung 7

Senin, 12 Jul '10 01:00

Saat mundur dari koki sebuah hotel ternama di Semarang delapan tahun silam, Widi Sukardi bagaikan mengundi peruntungan. Sudah sepuluh tahun menjadi juru masak dengan gaji besar. Tapi dorongan hati untuk berwirausaha memantapkan hatinya. "Cita-cita saya cuma satu, memiliki banyak karyawan sekaligus membuka lapangan usaha," ujar bapak berputra dua ini.

Cita-citanya telah kesampaian. Berkat usaha Pondok Makan Mie Lampung, warga Kedungmundu ini memiliki 19 karyawan. Warungnya ada dua, di Jalan Kusumawardani 31-32 dan Jalan Kelud Raya 28 Sampangan.

Penggemar acara makan-makan tentu sudah tak asing dengan kelezatan mie kreasi pria berkumis tebal ini. Menu ungggulan berupa bakmi dan kwe tiaw yang menggoda selera. Mie buatan sendiri ini memiliki tekstur sangat lembut. Namun saat disantap terasa kenyal dan empuk di lidah. "Mie-nya saya buat sendiri sehingga dijamin bebas pengawet, penyedap, apalagi formalin. Benar-benar alami," ujarnya.

Bahan baku yang digunakan juga pilihan. Untuk membuat mie dia menggunakan tepung bermerk. Demikian juga bahan baku kwe tiaw, juga menggunakan tepung beras bermerk. "Sedangkan bahan baku sayur mayur, saya pesan di Gang Baru untuk menjaga kesegaran," jelasnya.

Bumbu yang digunakan merupakan perpaduan makanan China dan olahan laut. Rasanya cenderung sedap manis. Tetapi jika menyukai rasa pedas, bisa ditambah sambal kecap atau saos.

Menu bakmi Lampung diperkaya aneka sayuran seperti caisim, kembang kol, dan brokoli serta suwiran daging ayam. "Jadi menunya benar-benar sehat karena mengandung sayuran dan protein," ujarnya.

Widi mengisahkan, sata pertama kali buka warung tahun 2001 silam, sehari paling laku dua hingga tiga mangkuk. Dia bekerja sendirian, dari membuat mie, memasak, melayani pengunjung, hingga kulakan bahan. "Tetapi dengan pelayan prima dan kualitas rasa, lambat laun pelanggan saya semakin bertambah. Kini sehari bisa ratusan porsi," ujarnya.

Bahkan beberapa bulan lalu buka cabang di Kelud Raya. Investasi cabang baru itu menghabiskan dana Rp 850 juta.  Mie Lampung saban hari buka dari pukul 10 pagi sampai 10 malam. Baik yang Kusumawadani maupun Kelud Raya. Menu yang disediakan di antaranya bakmi (goreng, kuah), bihun, kwe tiaw, nasi goreng, fuyunghai, dan beberapa menu lain.

Harga makanan dipatok dengan konsep horeka. Kualitas rasa seperti hotel tetapi harga patokan kaki lima. Satu porsi hanya sekitar Rp 8.500 - 10.000.

Selain makan di tempat, dirinya juga melayani jasa antar. Demi memuaskan pelanggan, dia tak pilih-pilih. Hanya pesan dua mangkuk pun tetap dilayani. Namun untuk acara pernikahan, dia membatasi minimal seribu porsi. "Pesanan dari jauh juga banyak, seperti Banyumanik, dan Ngaliyan," ujarnya.


Tag: opojal-starone-1, mie lampung

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

endahyellow 0 0
Patut dicoba nih. Makan mie lampung nggak perlu jauh-jauh pergi ke lampung, cukup pergi ke sampangan. : )
Ngomong-ngomong gambarnya agak serem juga ya????
:-D
maknyos 0 0
sudah pernah di traktir temen makan mie lampung nya...seger dan porsine sak ndayak!
jatiblack 0 0
maknyos: Walah Pak Iyan ki ono-ono wae. Emang ning lampung ono ndayak??? :-D
Aku durung pernah njajal, gimana kalo Pak Iyan gantian nraktir saya??? : )
Ben BAK BUK ngono lho............
Numpang Rame 0 0
endahyellow: wajahnya memang serem, tapi hatinya baik. Aku ajak speak-speak sebentar, bisa dapat gratisan. Balas jasanya diposting di opojal
maknyos: bener kuwi,porsinya sak ndayak
endahyellow 0 0
Bisa ditiru nih jurusnya, biar dapat makan gratis.... : )
nonowaewis 0 0
Wiiiih, murah yo...aku pengen njajal ik..
elafiq 0 0
mbayangke bakmi kuah dadi ngiler... : D

Silahkan login untuk memberikan pendapat