Becak Semarangan 5
Senin, 12 Jul '10 14:48
Kendaraan roda tiga yang pengoperasiannya dengan dikayuh. Hampir di setiap daerah ada becak, namun bentuknya berbeda-beda. Becak yang di Solo dan Semarang misalnya, Becak di Semarang lebih besar bentuknya dibanding becak Solo. Demikian juga berbeda dengan Yogya.
Populasi tukang becak semakin menurun dengan semakin berkembangnya sarana transportasi bermesin. Di beberapa kota bahkan becak sudah dilarang, sungguh ironis sepertinya. Karena becak merupakan salah satu sarana transportasi yang bebas polusi udara, terlepas dari becak yang kemudian dimodifikasi dan disatukan dengan bodi kendaraan bermotor roda dua.
Becak sering kali dikatakan sebagai raja jalanan, hal ini dikarenakan ulah tukang becak yang seringkali ugal-ugalan dijalan. Jalannya yang lambat juga membuat para pengendara motor yang kesal jika mereka berada dikemacetan jalan.
Becak, sebenarnya tidak perlu dihilangkan atau diganti dengan apapun. Seandainya para pemerintah kota pandai mengelola pariwisata, maka becak bisa menjadi faktor pendukung pariwisata. Caranya adalah merangkul hotel-hotel berbintang dengan para tukang becak kemudian menyediakan hari-hari khusus dimana para pengunjung hotel bisa berkeliling kota atau menikmati beberapa obyek yang masih berada dalam kota dengan naik becak. Selain para tamu hotel bisa menikmati dengan santai pemandangan kota, pemerintah kota juga membantu perekonomian para tukang becak.
Di Semarang sendiri yang pernah saya liat adalah sebuah hotel dikawasan simpanglima yang pernah mengadakan kegiatan semacam itu. Bahkan becak-becak yang mangkal di depan hotel tersebut juga berlogo hotel tersebut. Ide yang bagus bukan? Memberikan kenyamanan pada para tamu untuk menikmati kota dengan santai sekaligus membantu para tukang becak.
Seandainya semua hotel bahkan pemerintah turut mendukung kegiatan tersebut, pasti pariwisata Semarang setidaknya ikut berkembang setahap demi setahap. Daripada anggaran yang ada hanya untuk menambah polusi dijalan dengan meng"ada"kan angkutan besar, berpolusi, menambah kemacetan, dan tentunya belum begitu diperlukan oleh masyarakat sepertinya becak perlu dikembangkan. Setidaknya Semarang punya becak yang bisa dikembangkan, setelah andong dan dokar di Solo dan Yogya yang mampu menjadi angkutan khas kota.
Postingan ini juga ada di blogsaya
Foto diambil dari sini
Tag: Semarang, opojal-starone-1, becak
Terkait:
-
Drs. Kariadi
Selasa, 13 Jul '10 10:39 -
Pengumuman Hasil Seleksi PPD Reguler 2010 Kota Semarang
Selasa, 6 Jul '10 10:01 -
Cerita Dari Solo Batik Carnival Di Semarang
Sabtu, 3 Jul '10 21:30
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
maknyos: Jos Gandhos
-
jatiblack: Lheb Godhek
-
endahyellow: Lheb Godhek

Komentar:
okkyokky: Vote!
Silahkan login untuk memberikan pendapat