Tradisi Dugderan (Menyambut Ramadhan) 7
Jumat, 9 Jul '10 10:06
Duderan adalah sebuah upacara yang menandai bahwa bulan puasa telah datang, dulu dugderan merupakan sarana informasi Pemerintah Kota Semarang kepada masyarakatnya tentang datangnya bulan Ramadhan. Dugderan dilaksanakan tepat 1 hari sebelum bulan puasa. Kata Dugder, diambil dari perpaduan bunyi dugdug, dan bunyi meriam yang mengikuti kemudian diasumsikan dengan derr.
Kegiatan ini meliputi pasar rakyat yang dimulai sepekan sebelum dugderan, karnaval yang diikuti oleh pasukan merahputih, drumband, pasukan pakaian adat "BINNEKA TUNGGAL IKA", meriam, warak ngendok dan berbagai potensi kesenian yang ada di Kota Semarang. Ciri Khas acara ini adalah Warak Ngendok sejenis binatang rekaan yang bertubuh kambing berkepala naga kulit sisik emas, visualisasi warak ngendok dibuat dari kertas warna-warni. Acara ini dimulai dari jam 08.00 sampai dengan maghrib di hari yang sama juga diselenggarakan festival warak dan Jipin Blantenan.
Sejarah "Dugder"
Sudah sejak lama umat Islam berbeda pendapat dalam menentukan hari dimulainya bulan puasa, masing-masing pihak biasanya ingin mempertahankan kebenarannya sendiri-sendiri, hal tersebut sering menimbulkan beberapa penentuan dimulainya puasa ini mendapat perhatian yang berwajib. Hal ini terjadi pada tahun 1881 dibawah Pemerintah Kanjeng Bupari RMTA Purbaningrat. Beliaulah yang pertama kali memberanikan diri menentukan nulainya hari puasa, yaitu setelah Bedug Masjid Agung dan Maeriam di halaman Kabupaten dibunyikan masing-masing tiga kali. Sebelum membunyikan bedug dan meriam tersebut, diadakan upacara dihalaman Kabupaten.
Adanya upacara DugDer tersebut makin lama makin menarik perhatian masyarakat Semarang dan sekitarnya, menyebabkan datangnya para pedagang dari berbagai daerah yang menjual bermacam-macam makanan, minuman dan mainan anak-anak seperti yang terbuat dari tanah liat (Celengan, Gerabah), mainan dari bambu (Seruling, Gangsingan), mainan dari kertas (Warak Ngendog).
Jalannya Upacara
Sebelum pelaksanaan dibunyikan bedug dan meriam di Kabupaten, telah dipersiapkan berbagai perlengkapan berupa :
- Bendera.
- Karangan bunga untuk dikalungkan pada 2 (dua) pucuk meriam yang akan dibunyikan.
- Obat Inggris (Mesiu) dan kertas koran yang merupakan perlengkapan meriam.
- Gamelan disiapkan di Pendopo Kabupaten.
Adapun petugas yang harus siap ditempat :
- Pembawa bendera.
- Petugas yang membunyikan meriam dan bedug.
- Niaga (Pengrawit).
- Pemimpin Upacara, biasanya Lurah/Kepala Desa setempat.
Upacara DugDer dilaksanakan sehari sebelum bulan puasa tepat pukul 15.30 WIB. Ki Lurah sebagai Pimpinan Upacara berpidato menetapkan hari dimulainya puasa dilanjutkan berdoa untuk mohon keselamatan. Kemudian Bedug di Masjid dibunyikan 3 (tiga) kali. Setelah itu gamelan Kabupaten dibunyikan dengan irama MOGANG.
Prosesi "Dugder"
Meskipun jaman sudah berubah dan berkembang namun tradisi DugDer masih tetap dilestarikan. Walaupun pelaksanaan Upacara Tradisi ini sudah banyak mengalami perubahan, namun tidak mengurangi makna DugDer itu sendiri. Penyebab perubahan pelaksanaan antara lain adalah pindahnya Pusat Pemerintahan ke Balaikota di Jl. Pemuda dan semakin menyempitnya lahan Pasar Malam, karena berkembangnya bangunan-bangunan pertokoan di seputar Pasar Johar. Upacara Tradisi DugDer sekarang dilaksanakan di halaman Balaikota dengan waktu yang sama, yaitu sehari sebelum bulan Puasa. Upacara dipimpin langsung oleh Bapak Walikota Semarang yang berperan sebagai Adipati Semarang. Setelah upacara selesai dilaksanakan, dilanjutkan dengan Prosesi/Karnaval yang diikuti oleh Pasukan Merah Putih, Drum band, Pasukan Pakaian Adat "Bhinneka Tunggal Ika", Meriam, Warak Ngendog dan berbagai kesenian yang ada di kota Semarang.
Dengan bergemanya suara bedug dan meriam inilah masyarakat kota Semarang dan sekitarnya mengetahui bahwa besok pagi dimulainya puasa tanpa perasaan ragu-ragu.
Tag: opojal-starone-1, dugderan
Terkait:
-
Dugderan Dipusatkan di Kauman dan MAJT
Jumat, 9 Jul '10 04:54 -
Pesona Tari Dugderan Semarangan 2011
Kamis, 11 Agu '11 13:33 -
Suatu Petang di Pasar Dugderan
Rabu, 4 Agu '10 14:03
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
maknyos: manteb nda
-
TiRoZ: Lheb Godhek
-
andhika: Sip Tenan
-
cilikiyik: Sip Tenan
-
andre is Black: Lheb Godhek
-
endahyellow: Lheb Godhek

Komentar:
andhika: Tenan po rak om? Ojo-ojo kowe gak iso goro-goro pesenan tralis akeh.
Silahkan login untuk memberikan pendapat