Tiket KA Habis, Calo Berkeliaran 4

Jumat, 9 Jul '10 04:47

SEMARANG - Mendekati akhir libur panjang sekolah, pada 11 Juli nanti, calo tiket kereta api (KA) kelas eksekutif dan bisnis makin berani beraksi.

Mereka berkeliaran di sekitar halaman Stasiun Tawang, mendekati calon penumpang yang kehabisan tiket.
Haryono, salah seorang calon penumpang KA Senja Utama mengaku terpaksa membeli tiket di calo karena di loket tiket telah habis terjual. Dia bersama anak istrinya akan kembali ke Jakarta, setelah selama sepekan berlibur di Semarang. Para calo mengambil untung Rp 20.000 per tiket dari harga di loket resmi.

"Daripada harus berdiri karena tidak dapat tempat duduk, saya terpaksa beli tiket dari calo. Lagi pula saya harus pulang, hari Sabtu (10/7) malam. Kalau pulang Minggu nanti tidak bisa istirahat," ujarnya usai mengantre tiket di Stasiun Tawang, Kamis (8/7) kemarin.

Menurutnya, calo yang menawarkan tiket itu memakai kaos dan bercelana pendek. Harga tiket KA Senja Utama semula yang ditawarkan adalah Rp 150.000. Namun, setelah tawar-menawar, dia mendapat harga Rp 120.000 per tiket. "Mereka mendekati calon penumpang, dan dengan terang-terangan menawarkan tiket bisnis yang katanya dijual melalui agen. Katanya tiket habis karena sudah diborong oleh agen," katanya.

Sofi, warga Kuningan yang hendak ke Jakarta juga mengaku ditawari tiket KA Senja Utama dan KA Argo Muria oleh calo. Namun dia memilih untuk tidak membeli karena harganya lebih mahal. Satu tiket KA Senja Utama ditawarkan seharga Rp 150.000, sedang tiket Argo Muria dijual Rp 300.000. Padahal harga tiket Senja Utama di loket resmi adalah Rp 100.000, dan Argo Muria Rp 250.000. "Lebih baik saya naik bis saja. Biar lebih lama, tapi jauh lebih murah," katanya.

Menurut data Stasiun Tawang, seluruh tiket kereta kelas eksekutif dan bisnis untuk keberangkatan 8-11 Juli telah habis terjual. Hanya KA Harina jurusan Semarang-Bandung untuk keberangkatan 10 dan 11 Juli yang masih menyisakan 54 dan 45 tempat duduk.

Online

Sementara Humas PT KA Daop IV Semarang Sapto Hartoyo mengatakan, pihaknya menjamin tak akan ada calo berkeliaran. Pihaknya sudah mengantisipasi dengan menjual tiket secara online, yang bisa dipesan satu bulan sebelum keberangkatan. "Susah untuk mendeteksi yang mana calo dan tidak. Sebab, siapa saja bisa membeli tiket secara online, dan kemudian menjualnya lagi di luar," katanya.

Wakil Kepala Stasiun Tawang, Widodo menambahkan, PT KA mengharapkan partisipasi dari calon penumpang untuk memberantas calo tiket. Karena itu calon penumpang diimbau untuk membeli tiket di loket resmi, buka pada perorangan. "Jika penumpang masih membeli tiket di luar loket resmi, sama saja memelihara calo," imbuhnya.(J8,K14-71)

Sumber


Tag: opojal-starone-1, calo

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

maknyos 0 0
kang tiroz mruput ik....kalo dari Semarang Alhamdulillah belum pernah beli via calo...sebaiknya beli jauh2 hari sebelum bepergian
TiRoZ 0 0
>> He"....
Kerja malam kang maknyos,
ngga ada kerjaan yaw wes posting wae.....^^
berbagi cerita.....

Klo saya yaw langsung ke loket,
masalahnya klo ticketnya udah abiss....heuw
bener tuh kang maknyoss beli ticket jauh" hari.....

Masih susah yaa ngatsi yg satu ini....
yang pengen sharing solusi monggo.....^^
jatiblack 0 0
TiRoZ: Mesti sampean nyambi nyalo juga to kang?? : )
andhika 0 0
wah hampir sama kayak temenku kuiah... haha......

Silahkan login untuk memberikan pendapat