Dugderan Dipusatkan di Kauman dan MAJT 7
Jumat, 9 Jul '10 04:54
BALAI KOTA- Pada acara ritual dugderan tahun ini Pemkot akan menampilkan ikon warak batik. Acara yang dimaksudkan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan ini akan dibuat semeriah mungkin.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang Ir Agung Prijo Oetomo mengatakan, ditampilkan warak batik ini dikarenakan sudah menjadi maskot dugderan Kota Semarang.
"Selain warak batik kami juga akan menghias Kota Semarang dengan lampion berupa batik Semarangan. Ini bagian dari promosi batik Semarangan yang sudah menjadi salah satu warisan budaya Indonesia yang telah mendunia," ungkap Agung kepada wartawan di Balai Kota, Kamis (8/7).
Sebagai bagian dari kegiatan promosi, Agung berharap agar sejumlah tempat wisata, hotel, perkantoran, maupun pusat perbelanjaan, diharapkan memasang penjor yang berhias lampion warak. Disbudpar akan bekerja sama dengan Dewan Kesenian Semarang (Dekase) akan membuat lampion warak dan warak batik.
Di Jl Pemuda dan kawasan Tugumuda nantinya akan terpampang warak batik dengan ukuran cukup besar.
Agung menambahkan pusat keramaian dugderan atau megengan ini akan dibuat di dua lokasi yakni di masjid Kauman dan masjid Agung Jateng. Terkait dengan acara megengan atau pasar malam, pihaknya sudah mengantisipasi jauh-jauh hari agar tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan.
"Pemilik toko di sepanjang Jl Agus Salim tidak perlu risau, sebab kami berkoordinasi dengan Dinas Pasar akan menata. Penempatan pedagang pasar malam tidak akan menutup seluruh jalan. Masih ada akses jalan yang bisa digunakan. Jumlah pedagang dan kiosnya kita batasi. Jadi para pengusaha atau pemilik toko di sekitar lokasi megengan tidak perlu khawatir," katanya.
Karnaval
Prosesi dugderan itu sendiri akan ditandai dengan pemberangkatan karnaval dari halaman Balai Kota dipimpin oleh Wali Kota terpilih Soemarmo HS, 12 Agustus mendatang. Acara dimulai pukul 13.00 hingga menjelang magrib.
Wali Kota dan Wakil Wali Kota akan mengendarai kereta kencana dalam karnaval tersebut. Ada 60 peserta yang ikut serta termasuk drup band dari Akpol.
Selanjutnya akan ritual dugder dilakukan di Masjid Agung Semarang atau yang lebih dikenal dengan nama Masjid Kauman. Akan ada pembacaan suhuf hasil musyawarah ulama atau halaqah. Wali Kota yang berperan sebagai Kanjeng Bupati RM Aryo Purbaningrat akan meledakkan bom udara sebagai tanda dimulainya 1 Ramadan.
"Seusainya, arak-arakan menuju ke Masjid Agung Jawa Tengah. Wali Kota akan menyerahkan hasil halaqah ke Gubernur Jateng yang berperan sebagai RM Probo Hadikusumo untuk selanjutnya dibacakan ke masyarakat," kata Agung. (H21,H37-67)
Tag: opojal-starone-1, dugderan
Terkait:
-
Tradisi Dugderan (Menyambut Ramadhan)
Jumat, 9 Jul '10 10:06 -
Pesona Tari Dugderan Semarangan 2011
Kamis, 11 Agu '11 13:33 -
Suatu Petang di Pasar Dugderan
Rabu, 4 Agu '10 14:03
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
jatiblack: Sip Tenan
-
maknyos: Lheb Godhek
-
andhika: Sip Tenan
-
endahyellow: Lheb Godhek
Komentar:
siap" menyambut bulan ramadhan.....^^
sent from batam
yo jek do kelingan kang maknyoss....
po neh mercon'e ki lo sing marai rame.....
Silahkan login untuk memberikan pendapat