Megaproyek Penanggulangan Banjir 4

Minggu, 4 Jul '10 02:43

KEPUNGAN rob bukan hanya mengelilingi kawasan Pelabuhan Tanjung Emas. Limpasan air pasang yang sudah terjadi puluhan tahun hingga kini menerjang hingga sekitar 1 km dari garis pantai. Kawasan niaga Bubakan, Jl Agus Salim, dan Pasar Johar merupakan tempat-tempat aktivitas utama warga kota yang tidak luput dari genangan rob.

Jalan-jalan utama di kawasan tersebut banjir pada jam-jam tertentu. Itu belum termasuk wilayah permukiman yang ditunjukkan dengan banyaknya rumah warga memiliki ketinggian yang tidak wajar akibat jalan seringkali ditinggikan untuk menghindari rob.

Terjangan rob memang tidak terlepas dari kondisi geografis Semarang bagian bawah yang terjadi penurunan muka tanah. Kondisi tersebut diperparah pembangunan kawasan yang tidak terkontrol, baik di kota bagian atas maupun bawah. Bila dulu rob bisa ditampung di sungai dan tambak-tambak, kini sungai dangkal dan tambak berubah menjadi perkampungan.

Untuk ''menyelamatkan'' kota dari rob yang sudah merugikan dari sisi ekonomi, kesehatan, dan sosial warga ini, sejak 2009 sudah dimulai megaproyek pembangunan Waduk Jatibarang dan upaya normalisasi drainase perkotaan, yakni Banjirkanal Barat, Kali Garang, Kali Semarang, Kali Asin, dan Kali Baru, dalam satu rangkaian program.

Megaproyek tersebut ditargetkan rampung tahun 2013 dan menelan dana Rp 1,7 triliun. Sementara proyek lainnya, yakni pembangunan Polder Banger dan normalisasi Kali Tenggang yang juga sedang tahap proses pelaksanaan pembangunan diharapkan mampu mengurangi dampak rob, khususnya kawasan kota bagian tengah. Sebelumnya, upaya-upaya penanggulangan rob masih terkesan parsial, yakni meninggikan jalan. Cara seperti ini hanya menyelamatkan akses jalan yang ditinggikan, sementara banjir pindah di kawasan lain. Bukan hanya pemerintah, warga pun menjadi kerepotan. Warga yang berekonomi cukup seolah berlomba-lomba meninggikan lantai rumah dan jalan kampung.    
Menyeluruh Pelabuhan Tanjung Emas sebagai simpul transportasi, baik penumpang dan barang, menjadi keharusan untuk dibenahi. General Manager PT Pelindo III Pelabuhan Tanjung Emas, Bambang Subekti mengatakan, upaya penanggulangan rob tidak bisa sepotong-sepotong, harus menyeluruh. Karena itu program pengendalian rob yang sedang dibangun saat ini diharapkan mampu mendukung proyek pengembangan pelabuhan. ''Saat ini kami hanya  membangun talut di sepanjang kanal di pos I,'' katanya.

Pengamat Ekonomi Undip, Nugroho SBM mengatakan, adanya penurunan kualitas lingkungan wilayah utara, khususnya di sekitar pelabuhan, jelas akan membuat kondisinya terganggu secara ekonomis. Akses transportasi yang seharusnya memudahkan, namun rob menjadikan sarana pengangkutan itu tidak efisien. ''Pelabuhan memiliki nilai strategis, termasuk yang utama kegiatan ekspor dan impor. Tidak sedikit pengusaha Jateng, yang justru lari ke pelabuhan di Surabaya atau Jakarta untuk pengiriman barang. Bila ini dibiarkan tentu tidak menguntungkan. Pelindo setempat kehilangan pendapatan dari jasa yang ditawarkan,'' katanya.        

Karena itu, ia menandaskan penyediaan infrastruktur yang nyaman, baik menuju maupun keluar pelabuhan sangat dinanti. Sementara indikator kenyamanan infrastruktur itu salah satunya adalah bebas rob. Ketua Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia (Gafeksi) Jateng, Soejanto mengatakan, meski tidak berdampak secara langsung ke pengusaha bongkar muat pelabuhan, perusahaan forwarder dan ekspedisi tetap terimbas, karena susah mendapatkan angkutan.

Pasalnya pengusaha angkutan tidak sepenuhnya mengoperasikan armadanya untuk menuju Tanjung Emas. Alasannya, pengusaha angkutan enggan karena genangan rob mempercepat korosi onderdil mereka. Akibatnya biaya pemeliharaan kendaraan pun tinggi. ''Cari kendaraan sulit karena pengusaha angkutan memilih menyimpan kendaraan yang baru di garasi,'' katanya. (Moh Anhar-16)

>> Pesan saya semoga cepat selesai karena sudah semakin parah rob di semarang !!!

dan jangan di nodai dengan korupsi.....!!!

Sumber


Tag: opojal-starone-1, banjir

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

andhika 0 0
saiki ning semarang ning endi2 podo banjir...
macet yo podo wae..
lha kok meh ngungkuli kota metropolitan????????????
TiRoZ 0 0
>> Jenenge yo usaha om, ben luwih apik....
ayooo dukung pelaksanaanya....
aros 0 0
ng tlogasri dalan2 sing sering banjir,sebagian wes diduwurke...mergo wlkot anyar wes ke plih...
tapi apakah sebagian lagi yang belum di tinggikan juga akan disusul di tinggikan???
kita tunggu janji mereka sodra2...
Ahmed 0 0
Bubakan, Pattimura, Citarum, Cendrawasih, Sayangan masih tergenang.... Semarang Kota Genangan....

Silahkan login untuk memberikan pendapat