Cerita Dari Solo Batik Carnival Di Semarang 5

Sabtu, 3 Jul '10 21:30

Sore tadi secara kebetulan saja melihat ada Karnaval yang ternyata berasal dari Solo, dan kebetulan itu yang selama ini saya tunggu-tunggu, dikarenakan tidak bisa menyaksikan Karnaval Batiknya yang terkenal di kotanya langsung, jadi acara ini yang sangat saya nanti-nantikan. Kebetulan Kawasan Simpang Lima sedang ada gawe, yakni launching produk terbaru Suzuki SMASH TITAN 115.

Acara dimulai pada pukul 15.00 WIB, diawali oleh pawai marching band Akademi Kepolisian, yang kemudian disusul oleh Karnaval Batik dari Surakarta. Saya tidak begitu tertarik dengan event yang diiklankan oleh Sule Prikitiw itu, tapi lebih berfokus pada pawai yang diramaikan oleh tim Solo Batik Carnival. Sayapun dengan antusias mengikuti rombongan pawai yang sudah ada sejak tahun 2008 dan telah mengikuti berbagai event baik tingkat nasional maupun internasional.

Hanya yang disayangkan, tetap seperti acara pawai yang selalu saya lihat dikota ini. Selalu saja tidak ada pengosongan jalan, jadi para peserta karnaval harus tetap berjalan kendati diiringi dengan bunyian klakson dan sepeda motor yang berusaha nyelonong, bahkan sampai tadi harus ditertibkan oleh polisi. Sampai-sampai saya sempat mendengar celetukan salah satu peserta Batik Solo Carnival " Tidak menghargai seni." Dezighhh!!! Saya jadi tersentak mendengar ungkapan itu. Entah iya atau tidak saya juga membenarkan dalam hati. Sayang jika pawai sekeren itu jalanan yang dilewati tak dikosongkan, supaya mereka bisa berekspresi dengan bebas.

Rute dimulai dari Kawasan Tugu Muda dan sepanjang 1,5-2 km berjalan hingga kawasan Simpang Lima, dimana peserta karnaval berkeliling dulu sebelum masuk ke lapangan Simpang Lima. Kalau saya lihat penonton juga sangat antusias, terbukti dari banyaknya warga yang ingin foto bersama ataupun sekedar ingin tahu dari dekat. Kendati mahkota dan bajunya berat begitu, tapi para peserta yang saya taksir antara 20-30an orang ini masih tetap semangat 45. Setelah pertunjukan dari Marching Band AKPOL, barulah Solo Batik Carnival dengan iringan musik perkusi dan gamelan menari-nari dengan gembira sambil dihujani jepretan kamera dari para fotografer (termasuk saya yang super amatiran ini hehehe). Sekitar pukul 16.35 pertunjukan Solo Batik Carnival selesai. Masyarakat nampak antusias tetap berebut foto bersama, meski sebagian (bahkan orang dewasa) merasa takut dengan kostum mereka yang berbentuk binatang dan tetumbuhan dengan bahan dasar batik.

Sekali lagi, alangkah baiknya jika saat karnaval begini sepeda motor atau mobil dilarang masuk ruas jalan yang dijadikan laluan peserta. Tapi ya begitu, selalu terulang dan terulang. Semoga saja pemerintah kota Semarang dapat memberi ruang bagi ajang karnaval agar tidak berdesakan dengan kendaraan bermotor yang tidak teratur dan mengganggu atraksi yang jadi hiburan gratis bagi masyarakat ini.

 

GO SEMARANG!!!!

 

Bambang Priantono

03 Juli 2010

(foto lain menyusul)


Tag: Semarang, opojal-starone-1, karnaval, batik

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

nonowaewis 0 0
Hehehehehe...rodo sepi ik
jatiblack 0 0
nonowaewis: Aku yo nonton sing ning Simpang Lima'ne kang. :-D
Unik, seru & lucu. : )
nonowaewis 0 0
Wah, mosok tho?? ko ra ketemu yo?
Ahmed 0 0
foto-fotonya yang lain mana bos?
nonowaewis 0 0
Sampun om

Silahkan login untuk memberikan pendapat