Berharap seperti Jepang 4

Sabtu, 3 Jul '10 00:06

Kekeliruan penulisan "Ayo Mbangun Jawa Tengah" menggunakan huruf Jawa di pagar kantor Gubernuran membuat Kusuma Ningrum, mahasiswa Jurusan Bahasa Jawa Unnes merasa prihatin. "Sedih mendengar berita itu," ujar dara kelahiran Kudus 2 Agustus 1988 ini.

Seperti diketahui tulisan huruf Jawa di sisi selatan pagar Gubernuran keliru. Seharusnya "Ayo Mbangun Jawa Tengah", tetapi tertulis "ayo... amjangun bawa tengah".

Ningrum menduga, huruf Jawa masih dianggap hiasan belaka. Huruf hanacaraka itu dianggap sebagai alat penyampai pesan, tetapi sekadar hiasan. "Sehingga saat ada tulisan yang salah atau keliru, publik tidak nglegewa," jelas mahasiswa berparas cantik ini.

Maraknya penulisan slogan menggunakan huruf Jawa di kantor instansi pemerintah, menurutnya hal yang baik. "Meski sekadar dianggap hiasan atau ornamen, setidaknya mengingatkan masyarakat terhadap keberadaan huruf Jawa," jelas mahasiswi yang piawai nembang.

Tetapi dia berharap, penggunaan huruf Jawa bisa seperti di Jepang, Korea Selatan, dan Cina. "Di negara-negara itu, huruf tradisional tak cuma dianggap hiasan melainkan merupakan alat komunikasi atau penyampai pesan," ujarnya mahasiswa angkatan 2006 ini.


Tag: opojal-starone-1, huruf Jawa

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

bocah 0 0
Sopo kuwi, Miyabi dari Jepang, ya Mas?
matriphe 0 0
woh.. dik ningrum..

bedakane kandel tenan.. *halah
maknyos 0 0
matriphe: ngekek bc komen e kang zam : D
jatiblack 0 0
Wah baru tau kalo tulisan diGurbenuran salah. Dadi isin dewe, mergo'ne rak iso nulis karo moco tulisan hanacaraka. : )

Silahkan login untuk memberikan pendapat