Adu Elok Tukang Servis Jok 5
Rabu, 30 Jun '10 22:10
TAK perlu keluar banyak duit untuk memperbarui jok motor. Cukup merogoh kocek nomban (Rp 20 ribu-red), alas jok langsung kempling.
Tingginya populasi sepeda motor membawa rezeki bagi tukang jok motor. Omzet terus terjaga meski harga juga tak beranjak. "Jasa servis jok masih ramai, kok. Sehari minimal saya bisa melayani lima pelanggan," ujar Totok (50) yang mangkal di Jalan kartini 17 A.
Hal sama diakui Anton penyedia jasa serupa yang buka dasaran di Jalan Thamrin. Menurutnya, usaha yang dia geluti sejak puluhan tahun silam itu tak ada matinya.
Usaha pembungkus jok memang masih ramai. Penyedia jasa ini bisa ditemui di banyak lokasi. Di antaranya sepanjang Jalan Thamrin, Kampung Kali, Jalan Kartini, Dr Cipto, hingga Tlogosari.
Aneka kulit imitasi mereka jajarkan di pinggir jalan. Beradu elok untuk menohok mata pengendara. Berharap pengendara terpikat, kemudian menghentikan laju kendaraan dan memanfaatan jasanya.
Tak butuh banyak uang untuk ganti jok. "Paling murah nomban, sudah termasuk ongkos pasang," ujar Totok.
Menurutnya, harga itu, jika konsumen menggunakan jok hitam polos tanpa motif. Yang model ini disukai orang rua dan makelar motor. "Selain murah, juga terkesan masih asli," ujar bapak berputra tujuh ini.
Pilihan lain, jok dengan aneka warna dan motif. Ada yang bertulis merk sepeda motor, gambar kartun, binatang, hingga merk rokok. Untuk jenis ini harganya berkisar Rp 30.000 hingga Rp 40.000.
Tetapi mayoritas anak muda lebih menyukai "model retro". Bahan yang digunakan sama kulit imitasi merk "Oscar. Tetapi dipercantik menggunakan jahitan membentuk ornamen tertentu. Untuk jenis ini, konsumen mesti merogoh kocek sedikitnya Rp 60.000. "Biasanya anak sekolah dan mahasiswa mencari model ini," ujar warga Kampng Klengse Mataram ini.
Pengerjaan jok relatif singkat, hanya berkisar setengah jam. Mula-mula kulit pembungkus jok yang lama dicopot. Lantas sebagian busa dipotong membentuk geometri tertentu. Kemudian dipasang ulang menggunakan pengokot (strapler).
Banyaknya penjual jasa yang sama para tukang jok harus pandai-pandai merebut hati konsumen. Kerapian dalam pengerjaan dan keramahan menjadi daya pikat tersendiri.
"Hasil kerjaan harus rapi dan memenuhi selera konsumen. Selain itu, harganya jangan ngapusi," ujar Totok yang menggeluti profesi ini sejak 1983.
Tag: opojal-starone-1, tukang jok
Terkait:
-
Pasar Prembaen
Rabu, 14 Jul '10 09:46 -
Drs. Kariadi
Selasa, 13 Jul '10 10:39 -
Kampung Blok M di Semarang
Selasa, 13 Jul '10 01:33
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
maknyos: Jos Gandhos
-
cilikiyik: Jos Gandhos
-
endahyellow: Jos Gandhos
-
jatiblack: Jos Gandhos
-
lakone: Jos Gandhos

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat