Legenda Semarang: Mbah Nuriman Tegal Kangkung 1

Senin, 21 Jun '10 23:49

Makam Mbah Nuriman berada di Bukit Sentono Tegal Kangkung. Dia adalah pendiri kampung itu. Kini yang tersisa hanya gentong peninggalannya yang konon berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit.

BAGI yang percaya, sakitnya seseorang merupakan refleksi dari perbuatannya sendiri. Maka segala ikhtiar penyembuhan mesti dibarengi perenungan atas dosa-dosa yang telah dilakoni.

Pemikiran semacam inilah yang membuat sebagian warga percaya, kesembuhan bisa diraih dengan meminum air gentong yang berada di kompleks makam mbah Nuriman di Kampung Tegal Kangkung kelurahan Kedungmundu Kecamatan Tembalang Pedurungan. "Dulu, air dalam gentong ini dikeramatkan. Banyak orang sakit menjadi sembuh setelah meminum air dari gentong," jelas Masrokan Modin setempat.

Mirip ponari, dukun sakti asal Jawa Timur saja. Berkat air yang dicelupi meteor,  pasien bisa sembuh dalam waktu singkat.

Namun menurut Masrokan, daya sembuh air gentong itu bukan berasal dari kesaktian atau hal-hal yang berkaitan dengan dunia gaib. Namun lebih berasal dari "kesadaran" pasien untuk menyadari kesalahan dan keterbatasannya.

Sekarang, air gentong ini sudah kehilangan kemujarabannya. "Wajar jika gentong itu kehilangan khasiat. Pasalnya, manusia sendiri sudah semakin lupa menyadari kelemahan diri," ujar suami Ny Badi'ah, vokalis Grup Kasidah El Bagdad ini.

Menurut Masrokan, nama asli Mbah Nuriman adalah Kyai Nurrohman. Namun oleh lidah Jawa diplesetkan menjadi Nuriman. Tak banyak cerita yang ditelisik mengenai asal usul ulama ini. "Menurut cerita para sesepuh, beliau merupakan pendiri Kampung Tegal Kampung ini," ujarnya.

Kala itu Tegal Kampung belum menjadi hunian padat. Namun masih berupa hamparan rawa. Karena letaknya berada di cekungan yang terkepung bukit, rawa tersebut selalu tergenang air. Lambat laun permukaan rawa tersebut dipenuhi kangkung.

Kyai Nurrohman membuka pemukiman dengan mendirikan rumah dan pesantren. Dari aktivitas pengajian itu, kawasan Tegal Kangkung menjadi semakin ramai.

"Statusnya sebagai ulama sekaligus sesepuh kampung membuat dia sangat dihormati. Yang berziarah ke makamnya bukan hanya warga sekitar, tetapi juga orang jauh," cerita Masrokan.

Makam Mbah Nuriman berada di Bukit Sentono, satu kompleks dengan Monumen Peluru. Bukit tersebut berada di pinggir jalan Fatmawati, sekitar seratus meter sebelah barat kantor DPW Partai Amanat Nasional (PAN).

Untuk mencapai bukit mesti mendaki anak tangga yang berjumlah 45 buah. Tangga tersebut dibangun bersamaan dengan pendirian monumen peluru (29 Desember 2006). Monumen peluru didirikan untuk mengenang anggota Brigade Hisbullah yang gugur dalam peristiwa Pertempuran Tegal kangkung tahun 1946 silam.

 


Tag: opojal-starone-1, legenda Semarang, Tegal Kangkung

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Ahmed 0 0
Sip ki. Durung tau krungu aku.

Silahkan login untuk memberikan pendapat