Makan Telur Halilintar 8

Jumat, 18 Jun '10 09:35

Anda semua pasti sering melihat halilintar atau petir. Tapi pernahkah Anda melihat telurnya? Atau bahkan makan telur halilintar? Walah, apa lagi ini...kemarin makan badak, sekarang telur halilintar...

Anda mungkin pernah makan makanan ringan tradisional yang bernama nopia. Walaupun bukan khas Semarang melainkan Banyumas, makanan ini banyak dijumpai juga di Semarang. Di Semarang, nopia disebut ndog gludug atau telur halilintar. Di tempat lain mungkin juga ada yang menyebut demikian, tapi setahu saya sewaktu kecil ibu saya bilang nopia itu namanya ndog gludug.

Ndog gludug atau nopia merupakan makanan yang terbuat dari gula merah yang dipanggang dengan tungku khusus. Nopia banyak diproduksi di kota Banyumas. Ndog gludug yang berukuran kecil lebih padat isinya, sedangkan yang berukuran besar dalamnya kosong & berlapis gula merah yang menempel pada dinding dalam kulit nopia ini.

Saya tidak tahu kenapa makanan ini disebut ndog gludug. Saya juga tidak pernah mendengar folklore asal usul ndog gludug. Ada yang tahu?


Tag: opojal-starone-1, ndog gludug, nopia

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

maknyos 0 0
kadang disebut ndog gajah karena bentuknya yang besar mungkin ya. eh ini kesenengane anakku keysha lho
M taufiq 0 0
masih ada yang lebih ganas lagi makan beton .dulu makanan ini sempat populer pas ada pertandingan ball di stadion diponegoro.
maknyos 0 0
M taufiq: beton biji nangka yo?
M taufiq 0 0
tul mas lengkapnya BETON GODOK
elafiq 0 0
Bukannya ndog gluduk itu yang dari singkong yang direbus, trus dibuat gumpal. hmm.... banyak versi rupanya.
Numpang Rame 0 0
Yap, nopia itu makanan khas kota kelahiranku, Purbalingga kaya kuwe. Tapi neng kene diarani ndog gluduk, lucu temen enggane.
M taufiq 0 0
ya padha bae ,pokoe nyonge i love you karo dhog gludug
nonowaewis 0 0
Mengko kesamber bledeg nak mangan endog kuwi...wekekekeekk

Silahkan login untuk memberikan pendapat