Penanganan Banjir di Semarang Tidak Serius 0

Kamis, 27 Mei '10 09:07

 

Semarang identik dengan rob dan banjir, seakan dua persoalan ini terlalu akut untuk diurai dan dipecahkan. Berbagai cara telah diupayakan oleh pihak Pemkot Semarang namun hasilnya jauh dari membebaskan banjir.

Banyak ruas jalan di protokol di Kota Semarang menjadi langganan banjir ataupun rob saat hujan deras mengguyur hanya beberapa menit saja, jalan yang dipastikan tergenang banjir saat hujan turun seperti jalan Mataram tepatnya di dekat bundaran Tugu Jamur Bubakan, jalan dr Cipto (depan SMPN 6), jalan Kolonel Sugiyono, jalan Imam Bonjol, jalan Citarum, jalan Gajah Mada bahkan bundaran Simpang Lima tidak pernah luput dari banjir bila hujan deras mengguyur daerah tersebut dengan durasi 30 menit.

Sebagian besar wilayah yang tergenang banjir terletak di Semarang Utara, padahal di area tersebut berdiri polder Tawang yang dulu waktu dibangun dicanangkan sebagai penampung banjir dan rob saat daerah sekitar tersebut dilanda banjir dan air rob.

Meski mesin polder Tawang di jalankan namun genangan air seperti yang ada di jalan Branjangan tidak sepenuhnya surut, genangan masih ada bahkan bila air genangan surut terlihat banyak endapan lumpur di sepanjang jalan tersebut.

Keberadaan polder Tawang menurut beberapa warga saat ditemui oleh Suara Merdeka tidak menyelesaikan masalah banjir ataupun rob, bahkan ada seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan polder Tawang diurug tanah lagi dan dijadikan lapangan sepak bola seperti semula.

"Bagaimana tidak banjir dan air rob teruis menggenang, bila kali Semarang tempat membuang air dari saluran polder mengalami pendangkalan cukup ekstrim bahkan banyak tanaman gangagang di sepanjang kali itu," ungkap Rudi, salah satu warga Kalibaru.

Keseriusan pemerintah kota Semarang dalam menangani banjirpun seakan setengah-tengah, bila ada penilaian keindahan kota dijamin dalam satu minggu tidak akan ada genangan air baik banjir maupun rob di beberapa ruas jalan langganan banjir. Namun bila tidak ada penilaian banyak ruas jalan Semarang yang menjadi sungai, saat hujan deras mengguyur sebentar.

Kemajuan tekhnologi tidak serta merta membuat Semarang bebas banjir, bahkan pembuatan polder di dekat pasar waru, daerah Kaligawepun bebarapa waktu lalu juga sudah selesai dibuat namuan nyatanya banjir yang menggenang ruas-ruaa jalan protokol di daerah tersebut juga masih terlihat.

Tentunya banjir dan rob yang dirasakan masyarakat Semarang secara turun menurun khususnya di daerah Semarang Utara harus seggera dipecahkan, dan hal itu menjadi pekerjaan rumah paling utama dari calon Walikota Semarang terpilih Soemarmo dalam menyelesaiakannya.

Saling Salip
Di sebagian warga Semarang Utara beredar anekdot tentang banjir dan rob yakni "ketinggian jalan dan rumah warga selalu saling salip, bangun rumah setinggi mungkin bila tidak ingin cepat tersalip jalan", Sehingga tidak mengherankan bila anda berkunjung ke rumah warga di Semarang Utara bangunan rumah menjulang tinggi.

Dengan adanya penanganan secara terencana, pasti anekdot di warga Semarang Utara itu akan sirna. Apalagi di daerah tersebut banyak bangunan-bangunan tua yang dilindungi oleh negara, sangat disayangkan bangunan nan indah dan dilindungi itu akhirnya hancur karena persoalan yang tidak pernah diselesaikan secara tuntas.

Tentunya bila penanganan banjir dan rob itu tidak segera dicanangkan, maka bisa dipastikan sebagian bangunan tua yang ada di kota lama akan tenggelam dan terendam banjir. Dan kebanggan akan bangunan-bangunan megah peninggalan masa kolonial tidak akan ada lagi.

 

sumber : disini


Tag: banjir semarang

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Silahkan login untuk memberikan pendapat