Apa Yang Asyik di Malam Jum'at Kliwon...? 4

Sabtu, 8 Mei '10 21:22

Mendengar kata 'Malam Jum'at Kliwon' rasanya bukan hal yang tidak lazim, bahkan otak kanan kita langsung memberikan gelontoran informasi terkait kata tersebut. Bukan hendak bicara tentang mistis atau pun hal hal berbau angker, namun hanya hendak berbagi info dan eksperinse bahwa di Kota Semarang ada hal yang istimewa terjadi di hari tersebut.

Hari Jum'at adalah hari ke-6 yang berulang setiap minggu, dan hari pasaran Kliwon berulang setiap lima hari, nah ternyata di setiap bulan kedua penanggalan itu bertemu menjadi Jumat_Kliwon, dan pada hari Kamis Malamnya disebut Malam Jumat Kliwon. Jadi dalam setahun ada 12 kali Malam Jumat Kliwon.

Nah setiap hari itu dalam setiap bulannya selalu ada hal yang menarik yakni pergelaran Wayang Kulit di TBRS (Taman Budaya Raden Saleh) Jl. Sriwijaya Semarang. Yang membuat istimewa acara tersebut adalah dihelat oleh Teater Lingkar salah satu lembaga pemerhati budaya yang masih hidup dan berdenyut di tengah Kota Semarang yang kurang berkonotasi budaya dibandingkan kota lain semisal Solo atau Yogyakarta.

Kalau mencermati kesenian Wayang baik Kulit atau pun wayang orang, bukan merupakan kesenian yang marak di pesisir utara termasuk Semarang. Coba kita absen Dalang Wayang Kulit dari kota ini mungkin hanya bisa disebut dengan jari-jari sebelah tangan. Maestronya mungkin Ki Djoko Edan. Lain halnya di daerah selatan sangat banyak seniman pedalangan yang ada dan terus berkreasi mempertahankan seni asli bangsa yang kian terkikis eksistensinya di jaman globalisasi budaya dan teknologi informasi yang lebur ini.

Namun yang bikin surprise adalah forum Wayangan Malam Jumat Kliwon di Semarang tersebut diyakini menjadi acara pendadaran dan gladen bagi para dalang muda dan juga dalang senior untuk unjuk kreasi di luar kebiasaaan pagelaran wayang biasanya. Para dalang diberikan kebebasan berkreasi baik dari sisi alur cerita, features dan aneka bentuk improvisasi yang tak mungkin ditunjukkan di luar 'pakem' jika dalam pagelaran konvensional. Menariknya lagi para dalang terkenal sekaliber Ki Manteb, Ki Enthus, Joko Edan dll adalah alumni pendadaran Malam Jumat Kliwonan di Semarang itu. Terkadang mereka masih merindukan untuk tampil di acara tersebut tanpa menuntut biaya yang biasanya dipatok demi untuk bernostalgia dan berkontribusi nguri-uri budaya (semacam charity show lah...).

Wayang atau wewayangan esensinya adalah 'bayangan' atau penggambaran dari kehidupan riil manusia yang dibalut seni musik dan teatrikal dalam seting cerita Mahabarata dan Ramayana, penuh dengan tausiyah atau pesan moril dan spirituil juga pembeda kebaikan dan keburukan, laku utomo vs laku asor, kesatria vs pengecut, jujur vs curang, dan lain lain nilai yang di jaman ini semakin susah secara masif ditemui kecuali bagi orang yang 'waskitho' atau jeli dan waspada terhadap perilaku sekitar.

Sayangnya, karena tuntutan zaman industri hiburan pertunjukkan wayang sering malah didominasi adegan dan banyolan seronok dan fitur-fitur 'nakal' yang justru memburamkan pesan moril dan tuntunan yang seharusnya menjadi inti 'message' dari kesenian itu seperti di jaman Sunan Kalijaga membumikan nilai agama.

Ayo kita sukseskan terus aikon kesenian Kota tercinta yakni Wayangan Malam Jumat Kliwon, atau malah banyak yang belum tahu kalau acara itu ada rutin di kota Semarang. Piye Jal???


Tag: Malam Jumat Kliwon

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

@guswid 0 0
Semoga para pegiat Wayangan mlm Jumat Kliwon diberi kekuatan daya dan dana untuk melestarikan budaya. Bagi yg berlebih bisa ikut donasi.
Ahmed 0 0
Amiin.....
HusniMf 0 0
Amiin ...
bocah 0 0
Malam jumat kliwon nonton wayang

Silahkan login untuk memberikan pendapat