PSIS Gagal ke Liga Super, Sukawi ‘Berkilah’ 9

Selasa, 6 Apr '10 08:38

Kegagalan kesebelasan PSIS Semarang untuk menembus Liga Super Indonesia, ternyata dianggap 'berkah' bagi Ketua Umum PSIS Semarang, Sukawi Sutarip SH SE.

Sukawi yang juga orang nomor satu di Kota Semarang ini bahkan mengaku jika kegagalan PSIS untuk naik kelas kompetisi sepakbola yang lebih bergengsi di negeri ini disengaja oleh pengurus.

Alasannya, kocek yang harus dikeluarkan untuk tampil di pentas sepakbola Super Liga sangat mahal. "Saya lebih sepakat jika PSIS hanya bermain di level Divisi Utama. Sebab kalau di Super Liga, biayanya sangat tinggi," ujarnya, di Semarang, Senin (5/4).

Belum lagi, jelasnya, jika kita 'dizalimi' para pengadil pertandingan (wasit) di lapangan. Jadi kegagalan PSIS naik kasta memang disengaja.

Sukawi merupakan Ketua Umum PSIS selama dua periode. Selama itu pula, prestasi PSIS kembang kempis. Selain alasan utama masalah pendanaan yang dinilainya sangat berat, alasan lainnya yaitu persoalan birokrasi di tubuh induk sepakbola dalam negeri yaitu PSSI.

Jika tidak ada perubahan di tubuh PSSI, tegas Sukawi, maka cukup merugikan jika PSIS harus naik kasta ke Superliga. Menurutnya, perlu ada perubahan dari tubuh PSSI.

Selain persoalan jadwal yang justru memberatkan manajemen, persoalan kebijakan juga cenderung merugikan klub. Selama ini, sebagian kecil pendanaan PSIS menggantungkan dana dari APBD Kota Semarang.

Hanya saja, anggaran yang dikeluarkan untuk sepakbola terlalu besar dan banyak mengorbankan kebutuhan pokok masyarakat. "Anggaran untuk sepakbola memang diperlukan. Tetapi jumlahnya tidak perlu banyak, karena sifatnya hanya pembinaan," imbuhnya.

Pihaknya juga minta maaf pada penggemar PSIS dan warga Kota Semarang yang berharap banyak agar PSIS berprestasi. Tetapi jika ada perubahan di tubuh PSSI, pihaknya tidak akan mengambil jalan ini.

Statemen Sukawi sebagai orang nomor satu di pengurus PSIS ini sangat kontras dengan keinginan pecinta sepakbola Kota Semarang yang berharap pada perbaikan prestasi.

Apalagi, selama kompetisi kali ini PSIS dibanderol dana APBD sebesar Rp 8,3 miliar dalam bentuk penyertaan modal untuk PT Mahesa Jenar, pengelola PSIS. 

 

sumber :

 http://www.republika.co.id/berita/sepakbola/liga-indonesia/10/04/05/109601-psis-gagal-ke-liga-super-sukawi-berkilah

http://bola.kompas.com/read/xml/2010/04/05/21180885/takut.bebani.apbd.psis.tak.ikut.lsi


Tag: psis semarang

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

DhemitLawangSewu 0 0
8,3 Milliar dialokasikan untuk sebuah tim yang didesain bertahan di Divisi Utama? Jika walikota yang sebentar lagi jadi mantan ini berpikir warga Semarang, khususnya pecinta PSIS, sedemikian bodoh dan tolol untuk memahami pemikirannya, maka selain dirujuk ke KPK perlu juga dirujuk ke psikiater terdekat!
Ahmed 0 0
Arema wae ora nganggo APBD lancar kok.
maknyos 0 0
Ahmed: Arema kalau tidak salah di sponsori salah satu pabrik rokok ya
Taufan 0 0
orang seperti ini nggak pantas ngurusi PSIS apalagi ngurus Kota Semarang.
nonowaewis 0 0
Hehehe, mesakke kas, piye jal nak wis ngene?
r03dy 0 0
semrawut....
Taufan 0 0
8.3 m? bener tuh segitu yang masuk PSIS...... .gosip yang beredar dah di potong sana sini buat ongkos "setuju"
LeGo 0 0
Taufan:
setuju..
bner tu kata ma taufan...pasti udh dipotong sana-sini jd gk murni 8.3 miliar...
klo pas sgitu pasti PSIS jaya..
jatiblack 0 0
Ngomong-ngomong sekarang PSIS kabare gimana ya???
Sungguh merana dirimu...............

Silahkan login untuk memberikan pendapat