Tim PSIS Dibubarkan 10

Kamis, 1 Apr '10 07:26

Usai melakoni pertandingan terakhir lawan Gresik United yang berkesudahan 0-2, tim PSIS langsung dibubarkan oleh General Manager Johar Lin Eng. 

Pasalnya, tim kebanggaan warga Semarang itu sudah tidak ada kegiatan lagi. Sekalipun demikian, hak-hak pemain seperti gaji dan bonus tetap akan dipenuhi paling lambat 10 April.

''PSIS sudah tidak ada pertandingan lagi. Karena itu, tim ini langsung kami bubarkan usai lawan Gresik,'' terang Johar Lin Eng.

Dengan dibubarkannya tim, pemain tidak lagi tinggal di mess PSIS. Mereka pulang ke rumahnya masing-masing sambil menunggu hak-haknya sesuai dengan kontrak yang telah disepakati. ''Mereka sudah jadi pemain bebas transfer. Jika PSIS membutuhkan, mereka akan dikontak lagi untuk persiapan musim depan,'' ungkapnya.

Prestasi Mahesa Jenar musim ini kurang bagus. Anak-anak Semarang gagal memenuhi target lolos Liga Super. Musim ini, Cristiano Lopes cs hanya mampu bertengger di posisi tujuh dari 12 peserta yang menghuni Grup II Divisi Utama. Dari 20 pertandingan, mereka menang tujuh kali, seri lima kali, dan kalah delapan kali sehingga meraih nilai 26. Dengan berada di posisi tujuh, tim Kota ATLAS tidak hanya gagal maju ke babak delapan besar, tapi juga kehilangan tiket berlaga di Copa Indonesia .

Evaluasi

Sementara itu, Hanafing menyatakan usai pertandingan terakhir lawan Gresik United, tim pelatih akan mulai menyusun laporan evaluasi. Dia akan membeberkan kelemahan dan kekurangan tim pada putaran kedua ini. Selain itu, perkembangan pemain selama membela PSIS juga dimasukkannya dalam laporan tersebut. 

Evaluasi tersebut bisa digunakan manajemen untuk menyusun tim dan merekrut pemain pada musim depan.
''Laporan evaluasi total selama putaran kedua akan saya serahkan kepada manajemen pada 10 April nanti,'' terang mantan pelatih PSM Makassar tersebut.

Menurutnya, penampilan tim kebanggaan warga Semarang ini menurun bukan hanya disebabkan soal teknis, tapi juga nonteknis seperti lemahnya semangat dan motivasi. Dia menilai motivasi dan semangat pemain menurun.

 

Sumber : Suara Merdeka dan Vibizdaily




Tag: psis semarang

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

maknyos 0 0
kangen dengan masa kejayaan ribut waidi, ahmad muhariah dan tugiyo
titus katro 0 0
psis dan pssi sama sama krisis prestasi
BangJo 0 0
kalo membebani apbd mending ndak usah bal-balan wae..
potensi kota semarang masih banyak daripada sekedar nendang bola..

*pasrah*
lakone 0 0
lho bubar?? susah juga cari pemain yg mempunyai kecintaan pada daerah...kebanyakan pemain profesional lbh cari materi saja....wes jyannn...
cendol 0 0
lakone: betul sekali mbamase lakone mereka mainny ogah ogahan karena gajiny kurang mungkin.

coba lihat sepakbola dinegeri orang : p , mereka bermain sepak bola dengan perasaan ( koyo kapten subasa : p )
hehehe padahal kalau mereka mainy bagus mungkin banyak invistor masug loh. mungkin juga AIG , atau fly emirates
bontotrepot 0 0
duit gak lancar dari pemkot semarang mungkin salah satu penyebab bubarnya PSIS..

wes ngundang Tugiyo ae lak wes dadi pelatihe...
LeGo 0 0
bener niku sanjange mas maknyos....

pada masa itu kita bisa bangga dengan PSIS tercinta,karena selain menjadi juara LIGINA (pd waktu itu) juga bisa menyumbangkan beberapa pemain yang membela TIMNAS INDONESIA.....
maknyos 0 0
LeGo: betul mas, kalo nggak salah inget Emas SEA Games menang 1-0 yang nyetak gol Ribut Waidi kan
DhemitLawangSewu 0 0
Membaca PSIS sama persis dengan induk organisasinya (PSSI). Kesalahan yang fundamental adalah mismanajemen dalam segala aspek, dan orientasi instan yang mengabaikan pengkaderan pemain. (Yakinlah, kalau saja KPK mau menelisik lebih dalam penggunaan anggaran di tiap-tiap klub -termasuk PSIS- niscaya akan ditemukan angka penyimpangan yang luar biasa!). Untuk PSIS, lebih baik kembali merangkak dari kasta divisi terendah tapi bermaterikan sepenuhnya pemain lokal, daripada juara liga tapi didapat dari keringat pemain asing.
Taufan 0 0
Kebiasaan elek, membentuk tim bertujuan jangka pendek. satu kali kompetisi selesai terus bubar.... lha gimana mau kaya.

Kenapa tidak berpikir nyari pemain muda berkualitas lalu dikontrak minimal 3 tahun. Kalau butuh duit bisa dijual ....

Lha ini tiap taun nyari pemain baru teruus... piye jal ....

Silahkan login untuk memberikan pendapat