Arteri Soekarno-Hatta Ajang Balapan Liar? 9

Senin, 15 Mar '10 00:58

Seperti biasa di Hari Minggu pagi saya ingin melakukan jalan-jalan pagi ataupun bersepeda dengan keluarga maupun tetangga di rumah. Namun agak terkejut begitu akan keluar dari komplek perumahan Pondok Indah, persis di jalan gerbang masuk di Arteri Soekarno-Hatta lalu lintas berhenti untuk menunggu 2 orang pengendara sepeda motor yang sedang ancang-ancang melakukan start balapan atau biasa disebut trek-trekan.

Dengan bertelanjang kaki dan tanpa helm kedua pemuda yang saya taksir usianya sekitar belasan tahun bersiap mengadu nyali dan mempertaruhkan nyawa mereka. Ya, mengapa saya sebut mempertaruhkan nyawa? Dengan memacu motor hingga kecepatan diatas 100 km/jam dan tanpa jaket dan helm sangatlah riskan jika terjadi kecelakaan.

Dulu kebiasaan trek-trekan ini berlangsung pada malam minggu dan pernah di razia oleh polisi. Tapi sekarang bergeser waktunya di Minggu pagi. Sungguh suatu kegiatan yang mubazir dan berbahaya. Selain berbahaya buat pelaku trek-trekan juga berbahaya bagi para pengendara motor lainnya.

Mudah-mudahan pihak kepolisian bisa menertibkan trek-trekan tersebut dan para pelaku bisa menyalurkan hobi kebut-kebutan mereka di arena balap yang resmi.

 

foto dipinjam dari sini


Tag: trek2an, kebut2an

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

mbah'e 0 0
inilah dilema,satu sisi mereka berusaha menunjukan keberadaan dan keberanian mereka serta bakat mereka yg harusnya bisa diadaptasi oleh instansi yg terkait,tp satu sisi keberadaan mereka membahayakan diri mereka dan orang2 sekitarnya serta merugikan berbagai pihak,,tapi inilah indonesia negara kita tercinta saat timbul masalah selalu dibarengi oleh sebuah kepentingan...
r03dy 0 0
kasusnya sama persis dengan jl raya klipang golf, tapi mungkin lebih parah karena hampir tiap sore hari dijadikan ajang trek-trekan "cah-cah bayi".. padahal waktunya bersamaan dengan waktu pulang kerja dan banyak anak-anak kecil yang berangkat les maupun bermain sepeda... bahaya gk tuh... kalo yg trek-trekan celaka sendiri sih biarin aja kan udah resiko.. tp kalo sudah bawa orang lain yg gk tau ap2 gimana? polisi datang kadang2 hanya untuk patroli tp gk ada tindakan.. piye jal..???
maknyos 0 0
r03dy : wah jangan2 di banyak tempat trek2an seperti ini?
betul mas kasihan korbannya kalo orang lain.
Falseter 0 0
mungkin pemerintah perlu menyediakan sirkuit untuk jiwa-jiwa muda ini
juqee 0 0
Setuju dgn mas Falseter. Perlu difasilitasi rossi2 wannabe ini. Saya pernah menyaksikan ada remaja belasan tahun tewas *maaf* dgn kepala mencium trotoar di jalan raya Ungaran-Semarang, depan Undaris. Wise wordnya mungkin; jangan biarkan sanak family kita ikut-ikutan.
maknyos 0 0
wrong man and the wrong place atau right man and the wrong place?
jatiblack 0 0
Mungkin emang udah wataknya orang Semarang yang suka dengan gratisan. Sampe-sampe balap di jalanan gitu. Padahal buat mengoprek motornya nggak murah, tapi buat sewa sirkuit nggak bisa.
maknyos 0 0
jatiblack: ngopreknya larang yo mas? sampe brp duit tuh
maknyos 0 0
Komentar ini telah dihapus oleh moderator

Silahkan login untuk memberikan pendapat