Lawang Sewu: Jadikan Museum atau Dibiarkan Begitu? 10
Senin, 1 Feb '10 15:42
Lawang Sewu memang sudah menjadi semacam ikon bagi pariwisata Semarang. Cerita wisata misteri selalu menjadi tujuan para pelancong ketika datang.
Di satu sisi, saya melihat kalo kondisi bangunan Lawang Sewu yang dibiarkan semacam ini, alangkah disayangkan. Bangunan yang pernah menjadi markas NIS, pusat komando militer Jepang, hingga kantor Kodam IV Diponegoro ini kondisinya benar-benar memprihatinkan.
Menurut saya, akan lebih keren kalo Lawang Sewu dijadikan museum. Mungkin bisa menjadi museum sejarah kota Semarang (sudah ada belum, sih?), yang saya yakin pasti ruangannya tersisa banyak. :D
Kenapa museum? Karena selain unsur wisata, kita juga mendapatkan manfaat edukasi ketika berkunjung ke museum. Selain itu, museum ini bisa jadi pusat studi dan pembelajaran tentang Kota Semarang yang keren.
Pengelolanya? Bisa diserahkan kepada swasta. Kalo menengok pada Museum (Bank) Mandiri dan Museum Bank Indonesia di kawasan Fatahillah, Jakarta, yang mana keduanya dikelola oleh swasta, kedua museum ini bisa saya bilang sukses menjadikan wisata ke museum menjad asyik dan menarik.
Bangunan tua kedua museum ini bersih terawat, koleksinya lengkap, dan nuansa jadulnya bisa tetep dipertahankan hingga banyak orang yang datang walau hanya untuk sekedar berfoto narsis untuk profile foto Facebook. Ongkos masuknya? Cuma 2 ribu rupiah, bahkan gratis! Murah sekali, bukan?
Kenapa Lawang Sewu tidak bisa dibuat begitu? Saya yakin, kalo misal Lawang Sewu bisa dibersihkan, direvitalisasi dengan baik, kunjungan ke Lawang Sewu akan meningkat, yang ujung-ujungnya, pariwisata ke Semarang juga naik.
Menurut saya, wisata mistis dan misteri itu ndak keren. Di era sekarang ini, kok ya masih ada yang percaya dan menjadikan hal-hal mistis menjadi daya tarik. Menurut saya sih, sangat tidak mendidik.
Namun, di pihak lain pasti ada yang kontra. "La ciri khas Lawang Sewu itu kan wisata mistisnya, karena keangkerannya. Wisatawan datang itu kan karena penasaran dengan keangkeran dan hantu-hantu penunggunya," begitu mungkin alasannya.
Jika memang target pengunjungnya adalah wisatawan lokal, yang masih "terbelakang" dan ndak pengen masyarakatnya pinter, monggo saja. Namun bagi wisatawan "terpelajar" dan juga wisatawa asing, hal ini tidak lah menarik.
Kalo pun mau dipertahankan unsur "keangkerannya", juga bisa. Misal bangunan atas difungsikan sebagai museum, sementara bagian bawah tanah yang terkenal angker itu bisa dipertahankan. Apalagi ruangan yang dulunya ruang pendingin itu sempat dijadikan tempat tahanan ketika pendudukan Jepang. Menampilkan diorama yang menggambarkan situasi tahanan menurut saya lebih menakutkan. :D
Namun sekali lagi, ini hanya usulan dan wacana dari saya. Anda tidak sependapat dengan saya, sumonggo saja. Lebih baik lagi bila bisa berdiskusi mencari solusi yang menyenangkan kedua belah pihak.
Semoga saja tulisan ini bisa menggugah warga Semarang agar lebih peduli akan potensi kotanya. :)
Tag: wisata, lawang sewu, museum
Terkait:
-
Classic Orchestra di Lawang Sewu yang Indah
Rabu, 28 Sep '11 10:58 -
Lawang Sewu Dulu dan Kini
Senin, 18 Jul '11 16:46 -
Pameran Kriya Nasional
Kamis, 14 Jul '11 13:35

Komentar:
bagus lah kalo memang Lawang Sewu sekarang direnovasi. apakah nasibnya akan seperti kawasan Kota Tua Fatahillah di Jakarta yang kini berbenah?
Nasib lawang sewu sepertinya oke. karena sejauh ini nampaknya jatuh ditangan orang yang tepat ...
sopo kuwi mas?
mungkin selain bisa buat museum juga bisa buat tempat ngantornya organisasi kepemudaan juga ya ...
Silahkan login untuk memberikan pendapat