Semarang Oh Semarang 5
Selasa, 29 Des '09 10:08
Apa impianmu akan kota mu tercinta? Berbagai jawaban akan muncul jika pertanyaan tersebut dihadapkan pada masyarakat luas. Pada intinya semua jawaban tersebut akan membentuk sebuah benang merah yang menginginkan kota kita tercinta menjadi lebih baik.
Jika pertanyaan tersebut dihadapkan pada saya, jelas jawaban saya ingin menjadi Semarang menjadi lebih baik dari sekarang. Betapa banyak aset yang dimiliki kota Semarang namun teramat sangat disayangkan belum bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Seperti contohnya, betapa banyak sungai di Semarang yang sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai penunjang pariwisata seperti di daerah Vennesia. Oke, itu berlebih, bisa jadi seperti di Palembang. Sungai yang bisa dimanfaatkan untuk hal itu mungkin ada di daerah pecinan, dimana disitu pernah terdapat replica kapal Sam Po Kong pernah dibuat.
Project pengerjaan drainage di wilayah Barat Semarang sedang dikerjakan dan diramalkan akan selesai sekitar tahun 2013. Menurut booklet Urban Drainage yang sempat saya liat, nantinya Sungai banjir kanal barat akan diperlebar kanan & kirinya dari sekarang, kemudian dikanan kirinya akan diberi taman agar masyarakat bisa memanfaatkan sungai sebagai tempat rekreasi. Banjir? Dengan pembuatan system drainage yang terancang sejak awal diyakin Semarang akan terbebas dari banjir dan rob yang selama ini menjadi masalah kota Semarang yang belum teratasi.
Impian saya untuk di daerah Timur adalah rumah ataupun gubug dibantaran sungai banjir kanal itu bisa dihilangkan. Banjir kanal bisa terlihat rapi seperti dulu dan pemandangan jika dilihat dari jembatan kartini yang baru bisa bagus. Tampak sederhana, tapi mengusur tempat tersebut sepertinya tak semudah dibayangkan. Banyak warga kampung atau perumahan yang rumahnya kecurian atau kehilangan benda berharga, setelah dilacak ya ternyata orang-orang tanggul juga pelakunya.
Persediaan air bersih bagi kota Semarang juga tengah disiapkan di bagian barat Seamarang. Akan dibangun waduk Jatibarang, Mijen yang bertujuan mengatasi berkurangnya air bersih di Semarang. Tempat tersebut akan segera dibangun pada tahun 2010 mendatang. Tempat yang berada di daerah TPA Jatibarang tersebut tidak hanya berupa bendungan, namun juga akan dilengkapi dengan sarana rekreasi bagi masyarakat.
Soal keamanan terhadap teroris atau bom, Semarang masih merupakan tempat yang relatif aman. Semoga saja akan tetap seperti ini seterusnya.
Begitu banyaknya mall dan pusat perdagangan yang bertumbuh kembang di Semarang, namun belum ada satupun tempat dimana khusus menjual barang-barang seni khas kota Semarang. Semarang punya batik dengan motif khas Semarang. Bisa jadi kita mencontoh kota Solo dengan PGS atau pasar klewernya atau Yogya dengan pasar Beringharjonya. Hanya 1 bangunan untuk menjual barang-barang khas Semarang. Saya pikir tak perlu bermegah-megah seperti Mall yang saat ini sedang kejar tayang pengerjaannya, bisa jadi tempat itu memanfaatkan gedung tua yang ada dikota lama. Jadi selain menjadi tempat perdagangan juga sekaligus merawat gedung tua.
Pantai Marina dan Maron yang sekarang menjadi objek wisata pantai bisa jadi lebih dioptimalkan keberadaannya. Miris jika melihat kondisi pantai yang kotor, panas dan hanya jadi tempat pacaran disetiap sudutnya.
Pameran Jateng fair yang diadakan setiap 1 tahun sekali sebisa mungkin benar-benar dimaksimalkan untuk mengangkat budaya Semarang. Ajang promosi tersebut akhir-akhir ini terlihat mulai kurang diminati oleh masyarakat. Hal ini berbeda dengan dulu yang untuk masuk ke venue selalu dibutuhkan kesabaran yang tinggi karena tiap malem selalu antri panjang hanya untuk masuk ke lokasi, namun hal tersebut tak lagi Nampak beberapa tahun belakang.
Pasifnya masyarakat terutama generasi muda yang seharusnya aktif dalam berbagai kegiatan demi Semarang juga perlu ditingkatkan. Diperlukan rangsangan oleh pemerintah kepada masyarakat terutama generasi muda untuk turut peran aktif dalam memajukan Semarang. Pemerintah benar-benar harus bekerja keras untuk mewujudkann hal tersebut, utamanya menciptakan kepercayaan kembali masyarakat Semarang pada pemerintahan. Berbagai kasus yang melanda pemerintahan Semarang juga sedikitnya berpengaruh pada hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan kota Semarang. Pada jaman dahulu, setiap event yang terjadi bisa dipastikan masyarakat antusias menyasikan. Sebagai contoh warag ngendog yang selalu diadakan tiap 1 hari menjelang puasa. Dahulu terlihat masyarakat berbondong-bondong menyesakki jalanan yang dilalui parade tersebut serta berbagai instansi berlomba-lomba untuk turut serta. Namun yang terjadi sekarang ini, parade tersebut justru terlihat tak menarik dimata masyarakat, padahal rute yang dilalui semakin bertambah.
Festival yang beberapa waktu lalu diadakan di Simpang lima pun hampir tak terdengar gaungnya. Sangat disayangkan acara parade yang seharusnya bisa mengenalkan Semarang hanya terdengar dibeberapa orang saja. Penyebaran informasi yang kurang menjadi kendala utama. Padahal dijaman globalisasi sekarang ini tersedia website kota Semarang atau website provinsi yang bisa diakses 24 jam, sarana tersebut seharusnya di efektifkan untuk mengangkat Semarang. Sarana lainnya bisa melalui radio, televisi local, Koran, baliho, dsb yang bisa di tayangkan jauh-jauh hari sebelumnya. Teramat sangat disayangkan minimnya informasi tersebut.
Kembali lagi, ini hanya beberapa uneg-uneg saya mengenai kota Semarang. Semoga di bulan April tahun 2010 akan muncul seorang pemimpin yang benar-benar bisa mengangkat kota Semarang dimata kota lain bahkan mungkin dunia tanpa mengutamakan kepentingan pribadi atau golongan atas segala sesuatunya yang berkaitan dengan Semarang.
Artikel asli disini
Tag: Semarang
Terkait:
-
Gerakan Umrah Bareng 1000 Jamaah
Selasa, 3 Jan '12 14:59 -
Pemandangan Gunung Brintik
Selasa, 20 Des '11 13:02 -
Oleh-Oleh Gebyar Kuliner Jawa Tengah 2011
Senin, 12 Des '11 07:23
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
maknyos: Jos Gandhos
-
moto sepet: manteb nda
-
lakone: Jos Gandhos
-
jatiblack: Jos Gandhos
-
endahyellow: Sip Tenan

Komentar:
semarang sebenarnya sangat bagus untuk menjadi kota yang maju, baik di bidang ekonomi maupun pariwisata, sebagai warga pendatang, saya melihat semarang mempunyai potensi yang sangat besar. tetapi jangan hanya perbaikan infrastruktur, tetapi ada juga perbaikan sdm, di bidang ekonomi, banyak terjadi usaha yang awalnya ramai, tapi lama kelamaan tutup, ini mengindikasikan warga kota semarang yang hanya semangat di awal saja, seperti yang di dalam artikel, bahkan pariwisata pun bisa akan lenyap,
pengalaman saya, suatu hari mengajak teman asli semarang ke kebun binatang di mangkang, yang membuat saya terkejut adalah jawabannya, ngapain kesana, jauh2, cuma ngeliat buaya. trus saya tanya lagi, kamu uda pernah kesana tho, yang mengejutkan lagi, jawabannya adalah belum pernah. itu saya mengajak sekitar 8 orang asli semarang, waduhh belum pernah kok bisa ngomong begitu,
akhirnya saya berangkat hanya berempat, dan semuanya adalah warga pendatang,. setelah sampe disana, tempat lumayan bagus, saya cukup senang,. saya lalu berpikir hmm , andai kata teman saya ikut, lalu dia menceritakan ke teman2nya mungkin yang akan datang akan lebih banyak pengunjungnya,
o iya saya pergi ke kebun binatang sudah 5x dan semuanya mencoba mengajak warga semarang asli, mungkin total ada 30 orang, dan yang bersedia ikut hanya 5 orang, itupun hanya sekitar 6 orang yang pernah mengunjunginya..
maaf sebelumnya
bravo kota semarang
Kemacetan juga perlu disinggung spertinya, khususnya daerah bundaran Kalibanteng karena merupakan simpul bertemunya kendaraan bermotor dari 3 arah [& kebetulan dkt rumah saya,lol].
*[wacana] pembuatan fly-over sudah sampai tahap pembebasan lahan, semoga tetap berjalan lancar demi kenyamanan bersama.
Silahkan login untuk memberikan pendapat